Sebuah kota di Tiongkok pernah menghadapi ancaman nyata untuk lenyap dari peta dunia, dihantam oleh gempa bumi dengan kekuatan dahsyat yang mengubah segalanya dalam hitungan jam. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa mengerikan ini terjadi di Tangshan, sebuah kota industri dan pertambangan batu bara vital di Tiongkok Utara, pada 28 Juli 1976. Pukul 03.42 dini hari waktu setempat, bumi bergetar hebat dengan magnitudo 7,8, berpusat pada kedalaman 12 hingga 16 kilometer. Guncangan mencapai intensitas puncak Skala XI, sebuah indikasi kehancuran masif.
Belum usai penderitaan pagi itu, pada sore harinya, tepat pukul 18.45, gempa susulan berkekuatan magnitudo 7,1 kembali mengguncang. Guncangan kedua ini menjadi pukulan telak, meruntuhkan hampir seluruh struktur bangunan yang tersisa dari gempa pertama. Infrastruktur vital seperti sistem perkeretaapian lumpuh total; rel-rel baja melengkung tak beraturan, dan gerbong-gerbong kereta terlempar dari jalurnya. Jembatan, jaringan pipa air, serta bendungan-bendungan penting juga tak luput dari kerusakan parah, menambah daftar panjang kehancuran.

Skala kehancuran di Tangshan sungguh tak terbayangkan. Hampir 100% area permukiman rata dengan tanah, sementara sekitar 80% bangunan industri mengalami kerusakan parah atau hancur total. Pasokan listrik padam, air bersih terhenti, jaringan komunikasi putus, dan akses transportasi lumpuh sepenuhnya. Kota Tangshan benar-benar terisolasi dan tak berdaya, sebuah kondisi yang nyaris membuatnya lenyap dari catatan sejarah.
Tragedi ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Data resmi yang dirilis pada November 1979 mencatat sekitar 240.000 orang meninggal dunia dan 164.000 lainnya mengalami luka berat. Lebih dari sekadar kehancuran fisik, gempa ini juga meninggalkan jejak geologis yang mengerikan. Terjadi rekahan tanah di permukaan sepanjang kurang lebih 10 kilometer, dengan pergeseran horizontal mencapai 1,5 meter dan vertikal 0,8 meter. Fenomena likuifaksi atau pencairan tanah juga meluas, disertai penurunan permukaan tanah yang signifikan, khususnya di wilayah pesisir.
Kisah pilu Tangshan menjadi pengingat pahit akan pentingnya mitigasi bencana gempa bumi. Banyaknya bangunan yang tidak dirancang dengan standar tahan gempa menjadi faktor krusial yang memperparah dampak kehancuran. Gempa Tangshan, dengan segala kengeriannya, kini tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dan mengerikan dalam sejarah modern dunia, sebuah pelajaran yang tak boleh dilupakan.
