Internationalmedia.co.id memberitakan pembukaan kantor permanen FBI di Selandia Baru, sebuah langkah strategis yang diresmikan langsung oleh Direktur FBI Kash Patel pada Kamis (31/7). Kehadiran FBI di Wellington bukan tanpa alasan. Patel, yang beberapa hari terakhir berada di Wellington untuk bertemu pejabat tinggi pemerintah dan lembaga intelijen Selandia Baru, mengungkapkan sebuah ancaman global yang menjadi pendorong utama pembukaan kantor ini.
Pernyataan Patel dalam video yang dirilis Kedutaan Besar AS di Wellington mengisyaratkan upaya bersama melawan pengaruh China. Ia secara khusus menekankan pentingnya "melawan CCP" (Partai Komunis China), menunjukkan bahwa ancaman dari negara tersebut menjadi fokus utama kerjasama intelijen AS-Selandia Baru.

Selandia Baru, sebagai anggota aliansi intelijen "Five Eyes" bersama AS, Inggris, Kanada, dan Australia, menjadi lokasi strategis untuk kantor FBI ini. Patel menegaskan perlunya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global. "FBI tidak dapat melakukannya sendiri," ujarnya seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP. Kantor baru ini akan fokus pada berbagai kejahatan transnasional, termasuk terorisme, kejahatan siber, penipuan, kejahatan terorganisir, pencucian uang, eksploitasi anak, dan ancaman intelijen asing. Jangkauannya bahkan mencakup wilayah seperti Antartika, Samoa, Niue, Kepulauan Cook, dan Tonga.
Menteri yang bertanggung jawab atas badan intelijen Selandia Baru, Judith Collins, menyambut baik pembukaan kantor tersebut, menganggap FBI sebagai mitra intelijen yang berharga. Dengan ratusan agen khusus yang tersebar di seluruh dunia, FBI siap memperkuat kerja sama intelijen di kawasan tersebut. Namun, pertanyaan besar tetap muncul: apakah ada rahasia lain di balik pembukaan kantor FBI ini?
