Internationalmedia.co.id – News melaporkan, salah satu kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama (FP) yang paling dicari, Frans Antony (FA), akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah dibekuk di Kuala Lumpur, Malaysia. FA, yang menjadi buron kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait jaringan narkotika FP, tiba di Tanah Air pada Sabtu (20/6/2026) setelah melalui proses koordinasi intensif.
Kombes Juliarman Eka Putra Pasaribu, Kepala tim delegasi Polri yang memimpin operasi ini, mengungkapkan bahwa Frans Antony berhasil diamankan di Kuala Lumpur pada Rabu (17/6/2026). "DPO berinisial FA berhasil diamankan di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan KBRI untuk proses administrasi pemulangan ke Indonesia," ujar Juliarman, menjelaskan alur penangkapan hingga pemulangan.

Peran FA dalam jaringan Fredy Pratama tidak main-main. Ia diduga kuat menjadi otak di balik pengelolaan aliran dana haram, termasuk membantu proses penukaran uang dalam pecahan dolar Singapura dan mengatur pengangkutan uang tunai dari Indonesia ke luar negeri. "Yang bersangkutan diduga berperan dalam pengelolaan dan pengangkutan uang yang berkaitan dengan jaringan narkotika tersebut. Perkara ini juga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang," tegas Juliarman, menyoroti pentingnya penangkapan ini dalam mengungkap modus operandi pencucian uang narkoba.
Frans Antony sendiri telah menjadi buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak November 2023. Kini, setelah tiba di Indonesia, ia akan langsung menghadapi pemeriksaan intensif oleh penyidik. Kombes Juliarman menambahkan, keterangan FA sangat vital untuk pengembangan perkara, termasuk penelusuran lebih lanjut terhadap jaringan keuangan dan individu lain yang diduga terlibat dalam pusaran kejahatan Fredy Pratama.
Polri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat akan terus diinformasikan mengenai perkembangan penyelidikan setelah pemeriksaan mendalam terhadap Frans Antony selesai dilakukan oleh penyidik, menandai babak baru dalam upaya pemberantasan jaringan narkoba Fredy Pratama.
