Sebuah rekaman video yang menampilkan seorang pria dituding sebagai pencuri dan menjadi sasaran amuk massa di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang menggegerkan publik ini ternyata berakar dari sebuah kesalahpahaman fatal, demikian konfirmasi dari pihak kepolisian setempat.
Dalam cuplikan yang beredar luas, terlihat jelas seorang pria yang tak berdaya tengah dipegangi oleh beberapa individu, kemudian dinaikkan ke atas sepeda motor. Pukulan dan cacian dilayangkan oleh kerumunan warga yang emosi. Adegan selanjutnya menunjukkan kerumunan massa yang berkumpul di depan kantor Polsek Tanah Sareal, mengindikasikan bahwa pria tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum setelah insiden pemukulan.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id, membenarkan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, pada Selasa (28/7) malam. Kompol Sonson menegaskan bahwa insiden pemukulan terhadap pria dalam video itu murni disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada tindakan main hakim sendiri oleh warga.
Menurut keterangan Kompol Sonson, pria yang menjadi korban pemukulan tersebut, bersama dua rekannya, sebenarnya sedang berkumpul atau ‘nongkrong’ di lokasi kejadian. Namun, keberadaan mereka menimbulkan kecurigaan dari seorang ibu-ibu yang mengamati gelagat mereka.
Ibu-ibu tersebut, yang memiliki warung di sekitar lokasi, merasa ketakutan dan curiga karena melihat ketiga pria itu berulang kali mondar-mandir di depan warungnya. Rasa khawatir akan adanya niat jahat, seperti pencurian, mendorongnya untuk memberitahu warga sekitar, yang kemudian berujung pada penangkapan dan pemukulan.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Polsek Tanah Sareal, terungkap bahwa tidak ada indikasi tindak pencurian sama sekali. Pria tersebut dan teman-temannya memang hanya sedang berkumpul. Sepeda motor yang sempat diamankan warga juga dipastikan adalah milik pria tersebut, bukan hasil kejahatan. Kompol Sonson menambahkan, beruntung Ketua RT setempat segera datang ke lokasi dan berinisiatif menyerahkan pria tersebut ke pihak kepolisian untuk menghindari amuk massa yang lebih parah. Keluarga korban juga telah datang ke polsek untuk memberikan klarifikasi, mengakhiri kesalahpahaman yang hampir berujung fatal ini.
