internationalmedia.co.id – Jakarta tengah menghadapi situasi darurat kebakaran yang mencekam. Hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir, ibu kota dihantam oleh rentetan peristiwa kebakaran yang melanda berbagai wilayah, mulai dari permukiman padat penduduk hingga tempat usaha. Tercatat sedikitnya delapan peristiwa kebakaran besar terjadi sejak Kamis (8/10/2026), yang mengakibatkan lebih dari 100 bangunan hangus menjadi abu dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data yang dihimpun, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur menjadi wilayah yang paling terdampak dengan masing-masing mencatatkan tiga kejadian kebakaran. Sementara itu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat masing-masing melaporkan satu insiden besar. Dampak sosial yang ditimbulkan sangat masif, di mana ratusan jiwa kini harus mengungsi akibat amukan si jago merah.

Tragedi terbesar terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kebakaran hebat melanda permukiman di Jalan Kramat Pulo Dalam pada Kamis malam sekitar pukul 18.45 WIB. Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Triyanto, mengonfirmasi bahwa sebanyak 83 rumah warga ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Insiden ini berdampak langsung pada 388 jiwa yang kini kehilangan hunian mereka. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Senen, kerugian materiil diperkirakan sangat besar.
Tak kalah mengerikan, kebakaran juga melanda kawasan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Api menghanguskan sekitar 36 bangunan di Jalan Kapuk Utara III dengan luas area terdampak mencapai 5.000 meter persegi. Diduga kuat akibat korsleting listrik, kebakaran ini menimbulkan kerugian finansial hingga Rp1 miliar dan memaksa 45 warga dari 22 keluarga untuk mengungsi.
Memasuki hari Jumat (9/10/2026), api kembali berkobar di beberapa titik. Sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, ludes terbakar pada pagi hari sekitar pukul 07.35 WIB. Kebakaran yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas ini menyebabkan enam orang mengalami luka-luka. Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga harus berjibaku memadamkan api di kawasan Tambora, Jakarta Barat, dengan mengerahkan 105 personel dan 21 unit mobil pompa air guna mencegah api merembet ke pemukiman lain.
Menanggapi rentetan bencana ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada seluruh warga. Ia menyoroti fenomena El Nino yang ternyata masih berlangsung hingga Oktober 2026, yang menyebabkan cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan menjadi sangat kering serta rawan kebakaran.
Pramono menegaskan bahwa langkah pencegahan atau preventif harus menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk lebih proaktif dalam melakukan sosialisasi dan komunikasi terbuka dengan masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran. "Upaya preventif tetap yang utama. Kami meminta BPBD untuk bersikap transparan dan komunikatif agar masyarakat lebih waspada terhadap ancaman bencana di tengah kondisi cuaca saat ini," tegas Pramono saat melakukan peninjauan proyek infrastruktur di Jakarta Utara, Jumat.
