internationalmedia.co.id – Upaya serius tengah dilakukan untuk memulihkan wajah sosial di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga di Kampung Boncos, sebuah wilayah yang selama ini memiliki reputasi kelam sebagai salah satu "kampung narkoba" di ibu kota. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk pengawasan keamanan, melainkan sebagai upaya pemulihan ekonomi dan sosial yang lebih mendalam.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/10/2026) ini melibatkan kolaborasi lintas sektor. Personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Satpol PP, TNI, perangkat kelurahan, hingga kader Dasawisma diterjunkan langsung ke lapangan. Mulai pukul 08.35 WIB, petugas menyisir gang-gang sempit untuk mendatangi rumah warga satu per satu melalui metode door to door.

Wakapolda Metro Jaya, Irjen Adex Yudiswan, memimpin langsung operasi pendataan ini. Kehadirannya di tengah pemukiman padat tersebut menegaskan bahwa pendekatan yang diambil bukan melalui tindakan represif, melainkan melalui pendekatan humanis. Menurutnya, pendataan ini merupakan implementasi langsung dari program prioritas Kapolri untuk menyentuh akar permasalahan di masyarakat.
Irjen Adex menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk memahami kebutuhan riil warga. Pihak kepolisian ingin mengetahui apa yang menjadi kendala utama masyarakat sehingga permasalahan narkoba di wilayah tersebut seolah sulit diputus rantainya. "Kami ingin menggali apa sebenarnya kebutuhan masyarakat di sini. Apa kendalanya? Mengapa permasalahan ini terus berlanjut? Kami hadir untuk melayani dan mengetahui kebutuhan mereka," ujar Adex saat memberikan arahan dalam apel di lokasi.
Dalam proses pendataan tersebut, petugas tidak hanya mencatat identitas, tetapi juga memetakan kondisi sosial dan ekonomi secara detail. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah anggota keluarga yang sudah bekerja, mereka yang masih menganggur, hingga jenis keterampilan atau kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu dalam satu rumah tangga.
Lebih lanjut, Adex menekankan bahwa hasil pemetaan ini akan menjadi dasar bagi intervensi pemerintah. Jika ditemukan banyak warga yang membutuhkan lapangan kerja namun tidak memiliki keahlian, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan. "Jika mereka butuh pekerjaan, kita identifikasi. Kita lihat kompetensinya. Jika belum punya, nanti kita undang BLK untuk memberikan pelatihan," tambahnya.
Target besar dari operasi ini adalah mengubah citra Kampung Boncos secara total. Dari yang semula dikenal sebagai pusat peredaran gelap narkotika, diharapkan dapat bertransformasi menjadi "Kampung Bersinar" atau Kampung Bersih Narkoba. Adex menyadari bahwa peredaran narkoba hanyalah puncak gunung es dari permasalahan yang lebih kompleks, yakni masalah ekonomi dan minimnya peluang kerja.
Hasil pendataan ini nantinya akan dibawa ke dalam forum pembahasan bersama berbagai instansi terkait untuk merumuskan solusi konkret. Adex menegaskan bahwa program ini akan dievaluasi secara berkala. Jika dalam waktu tiga bulan tidak menunjukkan perubahan signifikan, maka langkah-langkah strategis baru akan segera diambil agar perubahan sosial di Kampung Boncos benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
