internationalmedia.co.id – Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru yang membanggakan di kancah internasional. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menunjukkan taringnya dengan mencatatkan lonjakan peringkat yang sangat drastis dalam pemeringkatan QS Asia University Rankings (QS AUR) 2027. Pencapaian ini menempatkan UMY sebagai salah satu institusi pendidikan dengan pertumbuhan paling pesat di kawasan Asia.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh lembaga pemeringkat dunia, Quacquarelli Symonds (QS), UMY berhasil melesat sejauh 162 peringkat. Jika pada edisi tahun 2026 universitas ini berada di posisi ke-526, kini pada tahun 2027, UMY sukses menembus posisi ke-364 di Asia. Angka ini bukan sekadar statistik biasa, karena kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi kelima di seluruh Asia dan menjadi lompatan peringkat paling signifikan di antara perguruan tinggi lainnya di Indonesia pada tahun ini.

Keberhasilan ini juga tercermin dari peningkatan skor keseluruhan UMY yang naik cukup tajam, dari angka 28,7 menjadi 39,0. Pengumuman prestisius ini disampaikan langsung dalam acara yang digelar di Bali pada Selasa (3/10). Wakil Rektor UMY Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi kampus dalam memperkuat strategi internasionalisasi.
Salah satu faktor kunci yang mendorong kenaikan ini adalah penguatan pada indikator International Research Network (IRN). Indikator ini menjadi tolok ukur seberapa kuat jejaring dan kolaborasi riset yang dimiliki sebuah universitas dengan mitra-mitra global. Selain itu, UMY tampil sangat impresif pada sektor tenaga pengajar internasional (International Faculty) dengan meraih skor sempurna 100, yang menempatkan mereka di peringkat ke-42 di Asia.
Tak hanya dari sisi pengajar, mobilitas mahasiswa juga menjadi kekuatan utama. Skor untuk mahasiswa asing yang masuk (Inbound Exchange Students) mencapai 98,3, sementara mahasiswa lokal yang belajar ke luar negeri (Outbound Exchange Students) menyentuh angka 90,8. Reputasi akademik UMY pun turut meroket, dengan kenaikan 46 posisi menuju peringkat ke-213 di Asia.
Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Prof. Slamet menekankan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah menjaga konsistensi kualitas. UMY berkomitmen untuk tidak hanya mengejar angka peringkat, tetapi memastikan bahwa setiap peningkatan selaras dengan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang terus dijalankan adalah melalui penyediaan hibah mobilitas dosen. Program ini memungkinkan akademisi asing terlibat dalam kegiatan kampus melalui skema visiting professor, affiliate professor, hingga adjunct professor. Dengan kehadiran pakar dari berbagai belahan dunia, atmosfer akademik di UMY diharapkan semakin global, memperluas wawasan mahasiswa, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi karier internasional setelah lulus nanti.
