Internationalmedia.co.id – Ketegangan di Tepi Barat kembali memuncak setelah pasukan Israel dilaporkan menembak mati dua remaja Palestina di kota Kufr Aqab. Insiden tragis ini menambah daftar panjang korban jiwa di tengah konflik yang terus berkecamuk.
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa dua remaja tersebut, Amr Khaled Ahmed Al-Marbou (18) dan Sami Ibrahim Sami Mashayekh (16), tewas akibat tembakan pasukan pendudukan Israel di Kufr Aqab, dekat Ramallah. Pihak militer dan kepolisian Israel belum memberikan komentar resmi terkait kejadian ini.

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan telah mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. Salah satu remaja mengalami luka tembak serius di dada, sementara yang lainnya juga menderita luka tembak serupa.
Seorang saksi mata, Oday al-Shurfa, yang merupakan teman dari korban Marbou, mengungkapkan bahwa insiden terjadi saat bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina setempat. Ia mengklaim bahwa kedua remaja tersebut berada di jalan saat kejadian dan ditembak oleh pasukan Israel. "Marbou terkena tembakan di dada, tepat di jantung. Dia langsung pingsan dan meninggal di tempat," ujarnya. Al-Shurfa juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam bentrokan tersebut.
Kufr Aqab, meskipun secara teknis merupakan bagian dari Yerusalem Timur yang dicaplok Israel, terisolasi oleh tembok pembatas. Akibatnya, kota ini tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari pemerintah kota Yerusalem maupun dari kota-kota Palestina terdekat seperti Ramallah dan Al-Bireh.
Kekerasan di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak tahun 1967, semakin meningkat sejak serangan Hamas terhadap Israel yang memicu perang Gaza pada Oktober 2023. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan mendalam di wilayah tersebut.

