Tumpukan sampah menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, baru-baru ini menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial. Kondisi ini bahkan membuat sampah meluber hingga menutupi akses jalan di sekitar area TPS. Menanggapi situasi mendesak ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung bergerak cepat, menargetkan seluruh tumpukan sampah dapat diangkut tuntas dalam waktu 8 hingga 10 hari ke depan, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Sebagaimana terlihat dalam unggahan viral di berbagai platform media sosial, termasuk yang dipantau internationalmedia.co.id pada Rabu (15/7), volume sampah di dalam bangunan TPS sudah mencapai kapasitas maksimal, bahkan tumpah ruah hingga mengganggu lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar. Pemandangan ini memicu keprihatinan publik dan mendesak Pemprov DKI untuk segera bertindak.

Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa akar masalah penumpukan sampah ini adalah keterlambatan dalam proses antrean pembuangan di berbagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), termasuk hingga ke TPST Bantargebang. "Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7).
Untuk mengatasi krisis sampah ini, Pramono telah menginstruksikan jajarannya untuk segera bertindak. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan satu unit alat berat, tiga unit truk pengangkut sampah, serta sepuluh personel ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. "Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari. Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan," tegasnya.
Pramono juga memastikan bahwa penambahan jumlah personel dan armada akan dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan guna mempercepat laju pengangkutan sampah. "Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah. Mudah-mudahan 8 sampai 10 hari akan selesai," imbuhnya, menunjukkan komitmen penuh Pemprov DKI dalam menyelesaikan masalah ini.
Lebih dari sekadar membersihkan tumpukan sampah yang ada, Gubernur Pramono Anung juga menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh pada sistem pengelolaan sampah di kawasan Rusun Waduk Pluit. Hal ini bertujuan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. "Saya meminta secara khusus agar pengelolaan Waduk Pluit ini dikelola kembali dengan aturan dan cara yang lebih baik, supaya tidak terjadi lagi penumpukan seperti yang sekarang ini," pungkasnya, menggarisbawahi perlunya solusi jangka panjang.
