Suasana Istana Kepresidenan Jakarta tampak sibuk sore ini, Rabu (15/7/2026), ketika Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota kabinetnya untuk menggelar rapat terbatas. Internationalmedia.co.id – News mencatat kehadiran para pembantu presiden yang berdatangan sejak pukul 15.20 WIB, memicu spekulasi mengenai agenda krusial yang tengah dibahas di balik dinding Istana.
Dari pantauan Internationalmedia.co.id, deretan pejabat tinggi negara mulai terlihat memasuki kompleks Istana. Mereka meliputi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Menteri Desa Yandri Susanto, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, serta Menpan-RB Rini Widyantini. Tak hanya itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Dirut Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota, hingga Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga turut serta dalam pertemuan penting ini.

Setelah rapat usai, Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mengonfirmasi kepada awak media bahwa fokus pembahasan adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Meskipun demikian, Hasan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut. "Agenda rapat hari ini katanya membahas tentang Koperasi Desa Merah Putih. Ya, tapi detailnya saya belum tahu," ujarnya singkat di Kompleks Istana Kepresidenan.
Pernyataan Hasan diperkuat oleh Menteri Desa, Yandri Susanto, yang juga membenarkan bahwa rapat terbatas kali ini berpusat pada program koperasi desa. Yandri menjelaskan bahwa dalam laporannya, ia akan memaparkan strategi sosialisasi program tersebut kepada para pemangku kepentingan di tingkat desa.
Menurut Yandri, kementeriannya memiliki peran krusial dalam menyosialisasikan KDMP. "Kami lebih banyak ke sosialisasi ya kepada para kepala desa, perangkat desa, maka kami menggandeng 10 asosiasi desa," terang Yandri. Ia menambahkan, tujuan utama sosialisasi ini adalah agar "mereka memahami kebijakan Koperasi Desa Merah Putih itu manfaatnya buat desa, karena menggunakan dana desa. Tentu harus kita kawal sama-sama biar kesejahteraan desa itu bisa dihasilkan dari Koperasi Desa Merah Putih."
