Api besar melahap sebuah bangunan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu sore, 5 Agustus 2026. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke langit, menciptakan pemandangan mencekam yang menarik perhatian warga sekitar. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang terjadi di Jalan Cikini Raya, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, ini pertama kali dilaporkan oleh warga kepada pihak pemadam kebakaran (damkar) sekitar pukul 14.45 WIB.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera merespons dengan mengerahkan 20 unit mobil pemadam dan 76 personel ke lokasi kejadian. Petugas Command Center Gulkarmat DKI Jakarta mengonfirmasi objek yang terbakar adalah sebuah gedung. Dampak langsung dari insiden ini adalah pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Cikini Raya. TMC Polda Metro Jaya melalui akun X-nya menginformasikan bahwa lalu lintas menuju Cikini dialihkan sementara ke Jalan Cut Meutia untuk memfasilitasi penanganan kebakaran. Arus lalu lintas baru kembali normal pada pukul 17.39 WIB.

Momen paling menegangkan terjadi ketika sejumlah pekerja bangunan terlihat terjebak di atap gedung yang terbakar. Berdasarkan pantauan internationalmedia.co.id di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, setidaknya delapan pekerja, lengkap dengan helm dan seragam, tampak berupaya mencari celah di tengah kepulan asap hitam pekat yang menyelimuti area atas gedung. Meski dalam situasi genting, mereka dilaporkan tetap tenang menunggu bantuan. Tim pemadam kebakaran dengan sigap mengerahkan mobil tangga hidrolik panjang atau bronto skylift untuk mengevakuasi para pekerja dari ketinggian. Seluruh pekerja berhasil dievakuasi dengan selamat, tanpa menunjukkan tanda-tanda kepanikan yang berarti. Api utama berhasil dikendalikan, dengan proses pendinginan dimulai sejak pukul 15.45 WIB.
Perwira Petugas Pemadam Kebakaran, Subady, menduga kuat api pertama kali muncul dari lantai dasar gedung. "Secara visual, kami melihat api bermula di lantai dasar dan merambat ke atas," jelas Subady di lokasi. Ia menambahkan, dugaan sementara ini akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Gedung yang terbakar diketahui sedang dalam tahap renovasi, sehingga banyak material mudah terbakar seperti tripleks dan kayu tersimpan di lantai dasar, yang diduga mempercepat penyebaran api ke seluruh bangunan.
Kapolsek Cikini AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi bahwa kepolisian akan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. "Kami akan melakukan olah TKP untuk mencari tahu apa penyebab dari kebakaran," tegas Arnold. Ia juga memastikan bahwa meskipun 10 pekerja bangunan berhasil dievakuasi dari lokasi, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang dilaporkan akibat insiden ini. Koordinasi dengan pihak pelaksana pembangunan telah dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja.
