Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Eksekusi Mantan Sersan AS: Kata-kata Terakhir Sebelum Mati
Trending Indonesia

Eksekusi Mantan Sersan AS: Kata-kata Terakhir Sebelum Mati

GunawatiBy Gunawati02-08-2025 - 09.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Eksekusi Mantan Sersan AS: Kata-kata Terakhir Sebelum Mati
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan eksekusi mati Edward Zakrzewski (60), mantan sersan Angkatan Udara Amerika Serikat, atas pembunuhan keji terhadap istri dan dua anaknya di Florida, Kamis (31/7) waktu setempat. Pria ini mengaku bersalah atas pembunuhan brutal tersebut yang terjadi Juni 1994. Istrinya, Sylvia, dianiaya dengan linggis, dicekik, dan dipukul parang. Kedua anaknya, Edward (7) dan Anna (5), juga menjadi korban keganasan Zakrzewski, dibacok hingga tewas dengan parang yang dibelinya saat istirahat makan siang setelah mengetahui rencana perceraian istrinya.

Setelah pembunuhan, Zakrzewski melarikan diri ke Hawaii dan mengubah identitasnya. Namun, aksinya terbongkar empat bulan kemudian setelah dikenali oleh teman-temannya dalam acara televisi "Unsolved Mysteries". Ia akhirnya menyerahkan diri. Permohonan bandingnya ke Mahkamah Agung AS ditolak Rabu (30/7), membawa Zakrzewski ke kursi kematian.

Eksekusi Mantan Sersan AS: Kata-kata Terakhir Sebelum Mati
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pukul 18.12 waktu setempat (22.12 GMT), suntikan mematikan mengakhiri hidupnya di Penjara Negara Bagian Florida di Raiford. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggal cukup mengejutkan, "Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang baik di Negara Bagian Sunshine karena telah membunuh saya dengan cara yang paling dingin dan penuh perhitungan, bersih, manusiawi, dan efisien. Saya tidak memiliki keluhan apa pun," ujarnya.

Eksekusi Zakrzewski menambah daftar panjang hukuman mati di Amerika Serikat tahun ini. Data menunjukkan telah terjadi 27 eksekusi, angka tertinggi sejak 2015 (28 eksekusi). Sebanyak 22 eksekusi dilakukan dengan suntikan mematikan, dua dengan regu tembak, dan tiga dengan hipoksia nitrogen—metode yang dikecam PBB sebagai tindakan kejam dan tidak manusiawi.

Hukuman mati sendiri masih menjadi perdebatan di AS. Di 23 dari 50 negara bagian, hukuman mati telah dihapuskan. Tiga negara bagian lainnya—California, Oregon, dan Pennsylvania—memberlakukan moratorium. Sikap Presiden Donald Trump yang mendukung perluasan hukuman mati untuk "kejahatan paling keji" tampaknya turut memengaruhi angka eksekusi yang tinggi.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Timur Tengah Membara Kapal Perang Iran Hancur

05-03-2026 - 18.45

Rudal Misterius Gegerkan Turki Iran Buka Suara

05-03-2026 - 18.30

Langit Qatar Bergemuruh Ledakan Dahsyat

05-03-2026 - 18.15

Rahasia Drone Pangkalan Inggris Terbongkar

05-03-2026 - 18.00

Beirut Bergejolak Pejabat Hamas Terbunuh

05-03-2026 - 16.45

Samudra Hindia Mencekam Kapal Perang Iran Karam

05-03-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.