Internationalmedia.co.id – News – Setelah lebih dari sepekan menjadi buronan utama Polres Metro Bekasi, pria berinisial S, yang dijuluki publik sebagai ‘Taufik Hidayat’ Cikarang, akhirnya berhasil diringkus di Jakarta Timur. S adalah pelaku utama penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya sendiri, TS, yang kasusnya sempat viral dan menggemparkan media sosial. Perbuatannya yang keji ini mengingatkan pada kasus serupa di Bandung yang melibatkan Taufik Hidayat, yang juga menyekap dan menyiksa pasangannya.
Kasus kekerasan ini mencuat setelah sebuah video mengerikan memperlihatkan kondisi TS dengan wajah penuh luka dan lebam di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beredar luas. Dari video yang dilihat internationalmedia.co.id, Minggu (12/7), tubuh TS dipenuhi bekas kekerasan yang diduga kuat akibat pemukulan berulang. Keluarga TS baru mengetahui kondisi tragis ini pada Rabu (8/7) dan segera menjemput korban, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. "Kami sedang dalam proses pemeriksaan saksi-saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian kepada wartawan pekan lalu.

Perburuan terhadap S pun segera diintensifkan. Dua hari setelah laporan, tepatnya Selasa (14/7), polisi berhasil mengamankan satu pelaku lain berinisial HSLT. HSLT diketahui merupakan karyawan S yang turut membantu dalam aksi penyekapan korban. "Ada dua pelaku dalam kasus ini. Satu sudah kami tangkap, sementara satu lagi masih dalam pengejaran," jelas Jerico saat itu, mengisyaratkan fokus utama pada penangkapan S.
Selama pengejaran, penyidik terus mengungkap fakta-fakta baru terkait kekejaman S. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa S diduga melakukan penganiayaan terhadap TS secara berulang kali. "Pada 29 Juni 2020, korban dan terlapor terlibat perselisihan. Terlapor diduga melakukan kekerasan terhadap korban secara berulang hingga 8 Juli 2020 yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam pada bagian wajah dan tangan," terang Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (15/7). TS sendiri berhasil melarikan diri dari penyekapan dengan kabur melalui jendela saat S sedang tidak berada di tempat. Hubungan asmara S dan TS diketahui telah terjalin sejak April 2025.
Motif di balik kekejaman S juga mulai terkuak. Polres Metro Bekasi menduga kuat bahwa penyekapan dan penganiayaan ini dipicu oleh rasa cemburu yang membabi buta. "Motifnya itu karena cemburu. Jadi si pacarnya ini menuduh ceweknya ini, maksudnya ada dengan orang lain. Jadi cemburu pacarnya ini, diduga sama dia kalau pacarnya ini bukan cuma sama dia saja," terang Jerico, mengindikasikan tuduhan perselingkuhan sebagai pemicu amarah pelaku.
Akhirnya, pelarian S berakhir pada Sabtu (18/7) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Aparat kepolisian berhasil meringkus pria yang dijuluki ‘Taufik Hidayat’ Cikarang itu, mengakhiri teror dan penantian panjang keluarga korban akan keadilan.
