Internationalmedia.co.id – Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait potensi invasi darat Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Lula menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mediator antara kedua negara, berupaya menghindari konflik bersenjata yang lebih besar.
"Saya tidak ingin kita mencapai titik invasi darat AS ke Venezuela," tegas Lula kepada sejumlah kantor berita internasional, termasuk AFP, pada Rabu (5/11/2025).

Lula mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Presiden AS, Donald Trump, menekankan pentingnya dialog sebagai solusi atas permasalahan politik. "Saya katakan kepada Presiden Trump bahwa masalah politik tidak diselesaikan dengan senjata, melainkan melalui dialog," imbuhnya.
Presiden berusia 80 tahun itu, yang tengah berada di Belem untuk memimpin KTT iklim COP30, juga menyoroti peran AS dalam memerangi perdagangan narkoba. Menurutnya, AS dapat "mencoba membantu" negara-negara yang terlibat dalam perang melawan narkoba, alih-alih menggunakan pendekatan kekerasan.
Isu ini dijadwalkan akan menjadi agenda pembahasan utama dalam pertemuan puncak Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) yang akan berlangsung pada 9-10 November di Santa Marta, Kolombia.
Ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat setelah Presiden Trump meluncurkan operasi antinarkoba besar-besaran di Karibia, yang sayangnya telah menelan banyak korban jiwa. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Trump menggunakan operasi tersebut sebagai dalih untuk "memaksakan perubahan rezim" di Caracas dan menguasai sumber daya minyak Venezuela.

