Internationalmedia.co.id – News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan bahwa curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat merupakan kunci utama dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Meskipun demikian, BMKG memprediksi bahwa sebagian besar wilayah terdampak karhutla hanya akan diguyur hujan ringan hingga sedang dalam waktu dekat.
Prakirawan BMKG, Nur Rahmat Jatmiko, menjelaskan bahwa efektivitas pemadaman karhutla sangat bergantung pada karakteristik hujan. "Cara paling ampuh dalam memadamkan Karhutla adalah melalui hujan, khususnya hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dalam periode cukup lama," ujar Rahmat saat dihubungi pada Senin (31/8/2026).

Sayangnya, Rahmat mengindikasikan bahwa potensi hujan dengan intensitas tinggi tidak akan terjadi secara signifikan dalam sepekan ke depan. Untuk periode 30 Agustus hingga 5 September 2026, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi curah hujan yang masih minim.
Meskipun demikian, ada secercah harapan bagi beberapa provinsi yang tengah berjuang melawan karhutla. Rahmat menyebutkan bahwa peluang terjadinya hujan ringan hingga sedang masih ada di beberapa area. Ini termasuk sebagian wilayah Riau pada 2 September, Jambi dan Sumatera Selatan pada 31 Agustus, serta Kalimantan Utara pada 1-2 September 2026.
Di samping prediksi cuaca alami, BMKG bersama para pemangku kepentingan terkait juga terus mengoptimalkan upaya rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca (TMC) sebagai langkah pendukung dalam penanganan karhutla.
Rahmat memastikan bahwa operasi modifikasi cuaca tersebut sedang berlangsung di sejumlah titik. Antara lain di Riau (30 Juli-4 September), Pontianak-Kalimantan Barat (22 Agustus-4 September), Kalimantan Tengah (26 Agustus-2 September), Lampung (26 Agustus-2 September), serta Jambi (26-30 Agustus 2026).
