Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Internationalmedia.co.id – News – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan akan menggelar pemungutan suara penting hari ini terkait resolusi mengenai ancaman Iran terhadap Selat Hormuz. Langkah ini diambil dengan harapan PBB dapat mengeluarkan mandat resmi untuk membuka blokade di jalur maritim strategis tersebut. Menurut laporan Aljazeera yang dikutip Internationalmedia.co.id – News pada Selasa (7/4/2026), voting krusial ini akan dilaksanakan pukul 15.00 waktu setempat. Waktu tersebut hanya berselang sembilan jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk menyepakati perjanjian atau menghadapi konsekuensi serangan terhadap infrastruktur vitalnya, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Gambar Istimewa :…

Read More

Internationalmedia.co.id – News, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang panggung geopolitik dengan ultimatum kerasnya terhadap Iran. Menjelang tenggat waktu pembukaan penuh Selat Hormuz, Trump mengklaim memiliki rencana untuk menghancurkan Iran, termasuk seluruh situs sipilnya, dalam kurun waktu hanya empat jam. Ancaman ini, yang dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026), menunjukkan ketegangan yang memuncak di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Trump secara eksplisit menyebutkan target infrastruktur vital Iran. "Kami memiliki rencana, berkat kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 tengah malam besok (7 April), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman serius terhadap Iran. Dalam pernyataan terbarunya, Trump memperingatkan bahwa Republik Islam itu bisa "dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam," sambil menetapkan tenggat waktu ketat bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. Trump menegaskan bahwa Iran harus menyetujui kesepakatan gencatan senjata pada Selasa malam (7/4) atau menghadapi konsekuensi militer yang jauh lebih luas. Ancaman ini mencakup serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Tuntutan utama dari Washington adalah penghentian program senjata nuklir Iran dan pembukaan kembali jalur transit minyak…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Teheran menanggapi keras ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sebelumnya menyatakan niatnya untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik. Melalui juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, militer Iran menyebut pernyataan Trump sebagai tindakan yang arogan dan delusional. "Retorika kasar, arogan, dan ancaman tanpa dasar dari presiden AS yang delusional itu sama sekali tidak akan menutupi aib serta penghinaan yang dialami Amerika di kawasan Asia Barat," tegas juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Aljazeera pada Selasa (7/4/2026). Pernyataan ini, yang juga disiarkan oleh media pemerintah Iran, menegaskan bahwa gertakan Trump tidak…

Read More

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini melancarkan kritik tajam terhadap Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta sejumlah sekutu kunci Washington. Trump secara terbuka menyatakan kekecewaannya, menuding negara-negara tersebut minim kontribusi dalam upaya AS menghadapi Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak segan mengulang kembali pandangannya yang sering ia sampaikan bahwa NATO tak lebih dari "macan kertas". Tak hanya itu, ia juga secara spesifik menyoroti Australia, Jepang, dan Korea Selatan, dengan tegas menyatakan bahwa ketiga negara tersebut "tidak membantu…

Read More