Internationalmedia.co.id – Kebakaran dahsyat melanda kompleks apartemen di Hong Kong pada Rabu (26/11), menelan korban jiwa dan membuat warga panik. Empat orang dilaporkan tewas dalam insiden tragis ini, sementara sejumlah lainnya terjebak di tengah kobaran api yang melalap bangunan.
Api dengan cepat merambat melalui perancah bambu yang menutupi setidaknya tiga blok apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, sebuah distrik di utara Hong Kong. Kobaran api kemudian menyebar ke bagian lain gedung, menciptakan pemandangan mengerikan.

Selain korban jiwa, beberapa orang juga menderita luka-luka akibat kebakaran yang terjadi pada siang hari itu. Seorang perwakilan Departemen Layanan Informasi Pemerintah Hong Kong menyatakan, "Empat orang dinyatakan meninggal dunia, dua dalam kondisi kritis, dan satu dalam kondisi stabil."
Menurut laporan internationalmedia.co.id, salah satu korban tewas adalah seorang petugas pemadam kebakaran. Tim penyelamat menemukan seorang pria dan seorang wanita dalam keadaan tidak sadar dengan luka bakar parah di tubuh mereka, dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Kepolisian setempat menerima laporan tentang sejumlah orang yang terjebak di dalam apartemen yang terbakar, namun jumlah pasti mereka belum diketahui. Asap tebal dan pekat membubung tinggi di atas perancah konstruksi yang menempel pada menara-menara gedung.
Otoritas setempat menetapkan kebakaran ini sebagai "kebakaran alarm empat," tingkat kebakaran tertinggi kedua di Hong Kong. Departemen Pemadam Kebakaran menerima laporan kebakaran pada pukul 14.51 waktu setempat. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Wang Fuk Court adalah kompleks perumahan yang terdiri dari delapan blok apartemen dengan hampir 2.000 unit hunian. Beberapa menara apartemen di sekitar gedung yang terbakar memiliki perancah bambu di bagian luarnya.
Akibat kebakaran ini, sejumlah ruas jalan di dekat lokasi ditutup sementara selama operasi pemadaman. Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap berada di dalam ruangan, menutup pintu dan jendela, serta tetap tenang. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari area yang terdampak kebakaran.
