Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah memasuki pekan kedua tanpa tanda-tanda padam sepenuhnya. Situasi darurat ini mendorong Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, untuk mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan (Kemenhut), agar segera mengerahkan sumber daya tambahan dalam upaya pemadaman. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa desakan ini muncul mengingat dampak serius yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.
"Komisi IV secara konsisten memantau pergerakan dan kinerja tim Manggala Agni dari Kemenhut yang telah ditugaskan untuk membantu penanganan api di lokasi TPA Jatiwaringin," ujar Alex kepada awak media pada Selasa, 7 Juli 2026. Ia menekankan bahwa peran Manggala Agni, yang dikenal ahli dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, sangat krusial dalam situasi ini.

Alex, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektor untuk menuntaskan pemadaman api yang telah berlarut-larut. Ia secara tegas mengingatkan akan potensi dampak kesehatan yang meluas bagi masyarakat sekitar. "Sangat dibutuhkan semangat gotong royong dari seluruh elemen untuk segera memadamkan api ini, guna mencegah penyebaran lebih lanjut dan menghindari TPA menjadi episentrum penyakit pernapasan," tegasnya, menyoroti ancaman serius bagi kesehatan publik.
Lebih lanjut, Alex mengungkapkan bahwa Komisi IV telah menjalin koordinasi dengan Kemenhut terkait upaya antisipasi menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau panjang. Pembahasan tersebut mencakup kesiapan peralatan dan personel Manggala Agni dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. "Rapat koordinasi antara Komisi IV DPR dan Kemenhut telah dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni, untuk membahas strategi antisipasi kebakaran hutan dan lahan, termasuk memastikan kesiapan logistik dan sumber daya Manggala Agni," jelasnya, menunjukkan bahwa isu kebakaran telah menjadi perhatian jauh sebelum insiden Jatiwaringin.
Sementara itu, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperoleh internationalmedia.co.id mengonfirmasi bahwa upaya pemadaman TPA Jatiwaringin telah berlangsung selama lebih dari seminggu. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Minggu (5/7) melaporkan bahwa 232 warga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar demi menghindari paparan asap tebal yang berbahaya.
Dari total 15 hektare area yang terbakar, sekitar 40% di antaranya berhasil dipadamkan. Meskipun demikian, 60% sisanya masih menjadi fokus utama tim pemadam kebakaran. Status tanggap darurat bencana kebakaran telah ditetapkan sejak 1 Juli hingga 14 Juli, menandakan keseriusan penanganan insiden ini. "Operasi pemadaman terus digencarkan, baik melalui jalur darat maupun udara, untuk menaklukkan sisa 60% area yang masih terbakar. Meskipun belum sepenuhnya padam, situasi di lapangan sudah dapat dikendalikan," terang Abdul, memberikan gambaran terkini mengenai progres di lokasi.
