Internationalmedia.co.id – Sebuah insiden mengerikan terjadi di sebuah kereta api dekat Cambridge, Inggris, di mana seorang pria melakukan penusukan massal yang melukai sembilan orang. Di tengah kepanikan dan teriakan minta tolong, seorang pria lanjut usia menunjukkan keberanian luar biasa dengan melindungi seorang wanita muda dari serangan brutal tersebut.
Menurut saksi mata, Olly Foster, suasana di dalam kereta berubah menjadi mimpi buruk dalam hitungan menit. Awalnya, ia mengira teriakan "lari, lari, ada pria yang menusuk semua orang" hanyalah lelucon pasca-Halloween. Namun, ia segera menyadari kengerian yang sebenarnya ketika melihat darah berlumuran di mana-mana.

Foster mengungkapkan bahwa seorang pria tua dengan gagah berani "menghalangi" pelaku untuk menyerang seorang gadis yang lebih muda. Aksi heroik itu tidak sia-sia, meskipun sang kakek menderita luka di kepala dan lehernya akibat perkelahian tersebut.
Penumpang lain berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan pendarahan dengan menggunakan jaket. Dalam situasi yang serba terbatas, mereka bahkan menggunakan sebotol wiski Jack Daniel’s sebagai senjata perlawanan. Ketegangan semakin memuncak saat para penumpang berdoa agar pelaku tidak memasuki gerbong mereka.
Insiden yang berlangsung selama 10 hingga 15 menit itu terasa seperti keabadian bagi para penumpang yang terjebak dalam situasi mencekam.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menggambarkan peristiwa ini sebagai kejadian yang "mengerikan". Polisi telah menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku dan tengah melakukan investigasi mendalam, termasuk melibatkan unit kontra-terorisme.
"Kami sedang melakukan penyelidikan urgen untuk mengetahui apa yang terjadi, dan mungkin butuh waktu sebelum kami memberikan konfirmasi lebih lanjut," ujar Pejabat Senior Polisi Transportasi Inggris, Chris Casey. "Pada tahap awal ini, kami tidak bisa berspekulasi mengenai penyebab insiden," tambahnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak berwajib.
