internationalmedia.co.id – Transformasi digital dalam sektor pelayanan publik kini memasuki babak baru yang lebih humanis. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menekankan bahwa segala bentuk inovasi teknologi yang dilakukan oleh PT TASPEN harus memiliki satu orientasi utama, yakni berpusat pada kebutuhan manusia.
Dalam keterangannya pada acara Rapat Kerja Nasional TASPEN Tahun 2026 di Jakarta, Rini menegaskan bahwa teknologi bukanlah sebuah tujuan akhir yang berdiri sendiri. Sebaliknya, digitalisasi harus dipandang sebagai instrumen vital untuk memastikan kehadiran negara terasa lebih nyata, mudah dijangkau, dan responsif terhadap kebutuhan para Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama saat mereka memasuki masa purnabakti.

"Transformasi digital adalah strategi agar negara hadir dengan cara yang lebih mudah, lebih dekat, dan lebih responsif terhadap setiap kebutuhan masyarakat," ujar Rini dalam pernyataan resminya.
Saat ini, TASPEN telah melakukan lompatan besar melalui peluncuran TASPEN Online Service (TOS). Sistem terintegrasi ini memungkinkan para ASN untuk mengakses berbagai layanan dalam satu pintu, mulai dari penggunaan kartu digital, pelacakan status pengajuan, proses klaim secara daring, hingga simulasi estimasi manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dan dana pensiun.
Efektivitas dari digitalisasi ini terlihat jelas dari data performa layanan. Hingga Mei 2026, tercatat angka keberhasilan klaim yang sangat impresif, di mana 99,97 persen klaim dapat diselesaikan paling lambat satu hari setelah pengajuan (H+1). Selain itu, tren penggunaan kanal digital terus meningkat pesat. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, sebanyak 81 persen atau lebih dari 260 ribu pengajuan klaim telah dilakukan sepenuhnya melalui sistem online.
Rini menilai capaian ini sebagai bukti nyata adanya perubahan signifikan dalam pengalaman pengguna. Kecepatan dan kepastian waktu menjadi poin krusial yang memberikan rasa aman bagi para ASN yang sedang mempersiapkan masa tua mereka. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak fitur atau aplikasi yang diluncurkan, melainkan dari seberapa besar teknologi tersebut mampu meningkatkan kepuasan masyarakat.
Ke depan, pemerintah mendorong agar layanan TASPEN tidak berjalan secara terpisah, melainkan menyatu dalam ekosistem digital manajemen ASN yang lebih luas. Saat ini, Kementerian PANRB tengah mengembangkan Platform Digital Manajemen ASN yang akan mengintegrasikan seluruh layanan jaminan sosial, pensiun, hingga jaminan hari tua dalam satu kesatuan sistem yang utuh.
Menutup arahannya, Rini mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan. Inovasi harus tetap mengedepankan empati agar setiap ASN dapat menikmati masa pensiun dengan mandiri, sehat, dan sejahtera melalui semangat "Melayani dengan Hati".
