Internationalmedia.co.id – News – Satuan Brimob Polda Metro Jaya baru-baru ini menunjukkan kesigapannya dalam menjaga keamanan ibu kota. Melalui patroli kewilayahan yang intensif, petugas berhasil membubarkan sejumlah aksi tawuran, mengamankan enam orang remaja yang diduga terlibat, serta menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit di berbagai lokasi rawan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Kehadiran aparat di tengah malam berhasil meredakan potensi kerusuhan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa operasi dimulai dengan penyisiran di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, empat remaja yang dicurigai kuat hendak terlibat dalam tawuran berhasil diamankan. Tak hanya itu, petugas juga menyita dua bilah celurit dari tangan mereka, sebuah langkah krusial yang mencegah eskalasi konflik.

Patroli kemudian melanjutkan penyisiran ke kawasan Cipayung, di mana sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar juga berhasil diamankan. Kombes Henik menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan berbagai bentuk gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. "Respons cepat terhadap setiap laporan menjadi bagian dari langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan berkembang di lingkungan masyarakat," ujar Henik dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026), seperti yang dilaporkan Internationalmedia.co.id.
Tak berhenti di Jakarta Timur, operasi berlanjut ke wilayah Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Kali Anyar, Tambora. Berdasarkan laporan cepat dari warga mengenai adanya potensi tawuran, petugas segera bergerak ke lokasi. Di sana, dua individu yang dicurigai akan terlibat dalam aksi kekerasan berhasil diamankan, bersama dengan satu bilah celurit. Keduanya kemudian diserahkan ke Polsek Tambora untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Patroli gabungan ini terus melakukan pemantauan di berbagai titik strategis di seluruh Jakarta. Personel Brimob juga aktif berdialog dengan petugas siskamling dan linmas setempat, bertukar informasi demi memperkuat sistem keamanan lingkungan secara menyeluruh. Kombes Henik kembali mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi gangguan kamtibmas. "Kerja sama antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama," pungkasnya.
