Monday, 06 February 2023

Monday, 06 February 2023

Ada Posyandu Dibangun di Atas Got di Sawah Besar, Warga Lapor ke Pemprov

Posyandu dibangun di atas saluran air atau got di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

JAKARTA- Sebuah bangunan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berdiri di atas got atau saluran air di Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Salah seorang warga mengadukan kondisi tersebut ke Pemprov DKI Jakarta.
Laporan itu disampaikan melalui media sosial (medsos) Twitter Pemprov DKI Jakarta, @DKIJakarta. Pemprov DKI Jakarta merespons aduan tersebut dan memasukkan ke situs pengaduan Cepat Respon Masyarakat (CRM).
“Terdapat Sebuah bangunan permanen di atas saluran air atau got yang bisa mengakibatkan banjir dan saluran air mampet tidak berjalan dengan lancar. Samping Rumah susun Karang Anyar,” tulis keterangan di situs CRM seperti dilihat, Rabu (28/12).
Dalam riwayat pengaduan, pada 28 Desember 2022, tertulis laporan itu telah didisposisi kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) agar segera ditindaklajuti.
Pantauan di Jl Gang Raya, Rabu (28/12), bangunan tersebut berukuran 2×2 meter dan berdiri di atas saluran air dekat Rusun Karang Anyar. Bangunan bercat hijau tersebut diperuntukkan untuk Posyandu bagi warga RW 07 Karang Anyar.
Ketua RW 07 Karang Anyar, Zainal Arifin mengaku tak khawatir jika posyandu tersebut mengakibatkan banjir. Menurutnya, air di jalan akan tetap mengalir di dalam got.
“Alhamdulillah di sini nggak pernah ada banjir. Kalaupun hujan, langsung masuk saluran got,” kata Zainal saat ditemui Rabu (28/12).
“Ini (saluran air) tetep kita buka dan tidak kita matikan,” imbuhnya.
Zainal menambahkan jika pembangunan posyandu tersebut lantaran keterbatasan lahan. Ia mengaku sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga warga setempat.
“Bisa dilihat kita sudah meminta persetujuan seluruh elemen masyarakat di sini. Ada pihak pemerintah dalam hal ini kelurahan, kecamatan, wali kota,” kata dia.
Selain lantaran keterbatasan lahan, pembangunan posyandu tersebut, kata Zainal juga didasari kebutuhan. Menurut dia, selama ini belum ada bangunan posyandu di wilayahnya.
“Karena kebutuhan. Kita nggak punya fasilitas (posyandu). Kita coba lanjutkan posyandu yang sudah kita jalankan,” paparnya.
“Kita nggak punya, baru pertama ini. Kita mengantisipasi hal-hal kecelakaan. Biasanya posyandu di badan jalan. Kalau misalkan posyandu dengan menutup jalan nanti salah lagi, sementara posyandu harus tetap jalan,” terang Zainal.
Terkait aduan kepada Pemprov DKI, Zainal menyebut orang yang melapor bukanlah warga sekitar. “Kita klarifikasi ini oknum, bukan warga sini yang ngadu,” katanya. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media