Pemerintah Arab Saudi dengan tegas mengutuk insiden penembakan massal mematikan di Pantai Bondi, Sydney, yang mereka sebut sebagai "serangan teroris." Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Riyadh menyatakan solidaritasnya menyusul tragedi yang mengguncang Australia tersebut, menekankan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan ekstremisme.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Kerajaan Saudi menegaskan kembali pendiriannya yang kokoh menentang segala bentuk kekerasan, terorisme, dan ekstremisme. "Belasungkawa tulus kami sampaikan kepada keluarga para korban serta kepada pemerintah dan rakyat Australia, dengan harapan agar para korban luka segera pulih," demikian pernyataan resmi yang dilansir Al Arabiya pada Senin (15/12/2025).

Insiden mengerikan ini terjadi pada Minggu (14/12) di tengah perayaan festival Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi, salah satu destinasi wisata paling ikonik di Sydney. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan brutal tersebut, memicu duka mendalam di seluruh dunia.
Dua pria bersenjata diidentifikasi sebagai dalang di balik penembakan massal ini. Salah satu pelaku tewas di tempat kejadian, sementara pelaku lainnya kini dalam kondisi kritis dan berada di bawah pengawasan ketat di rumah sakit. Otoritas Kesehatan New South Wales mencatat, dari 42 orang yang awalnya dilarikan ke berbagai rumah sakit, 27 di antaranya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas medis di Sydney.
Kepolisian Australia telah mengidentifikasi kedua pelaku sebagai Sajid Akram (50), seorang ayah, dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid Akram tewas ditembak oleh polisi di lokasi kejadian, sedangkan Naveed Akram yang mengalami luka kritis kini dijaga ketat di rumah sakit setempat. Pihak berwenang meyakini bahwa tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam insiden tragis ini. Terungkap pula bahwa Sajid Akram memiliki enam pucuk senjata api secara legal.
Penyelidikan lebih lanjut oleh Kepolisian Australia telah menetapkan penembakan ini sebagai "insiden teroris." Hal ini diperkuat dengan penemuan dugaan "peledak rakitan" (IED) di dalam sebuah kendaraan yang terkait dengan pelaku, terparkir tidak jauh dari area pantai. Motif pasti di balik serangan mematikan ini masih menjadi fokus utama penyelidikan yang sedang berlangsung, seiring dengan upaya pemulihan pasca-tragedi yang terus berjalan.
