Internationalmedia.co.id – Seorang pejabat tinggi Iran menuai kecaman keras dari Lebanon setelah melontarkan pernyataan kontroversial mengenai kelompok Hizbullah. Komentar tersebut dinilai sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan internal Lebanon dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Beirut.
Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa keberadaan Hizbullah jauh lebih penting bagi Lebanon dibandingkan kebutuhan dasar seperti roti dan air. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.

Velayati berargumen bahwa dengan mempertimbangkan agresi Israel, Hizbullah menjadi benteng pertahanan yang krusial bagi Lebanon. Ia juga menyinggung rencana pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah, menyebutnya sebagai bentuk penyerahan diri kepada kehendak Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, merespons keras pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa kedaulatan, kebebasan, dan independensi pengambilan keputusan internal adalah hal yang jauh lebih penting bagi Lebanon daripada slogan-slogan ideologis dan agenda regional transnasional.
Politisi Kristen terkemuka Lebanon, Samir Geagea, juga mengecam keras komentar Velayati. Ia menekankan bahwa Lebanon adalah negara merdeka yang diperintah oleh otoritas yang dipilih secara demokratis dan Iran tidak berhak mencampuri urusannya.
Ketegangan ini muncul di tengah melemahnya pengaruh Hizbullah akibat konflik dengan Israel dan perubahan situasi politik di Suriah. Pemerintah Lebanon saat ini berupaya untuk membatasi pengaruh kelompok tersebut. Reaksi keras dari Lebanon ini mencerminkan kekhawatiran mendalam atas campur tangan asing dalam urusan dalam negeri mereka dan keinginan untuk menjaga kedaulatan negara.
