Internationalmedia.co.id – Ketegangan di kawasan Karibia meningkat setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk terbesarnya, USS Gerald R Ford, ke dekat perairan Venezuela. Langkah ini semakin memperkuat kehadiran militer AS di wilayah tersebut.
Kapal induk USS Gerald R Ford, simbol kekuatan maritim AS, kini berlayar di Laut Karibia. Pengerahan ini terjadi setelah perintah dari Presiden AS, yang menginstruksikan penambahan pasukan militer di kawasan tersebut dalam rangka memerangi perdagangan narkoba. Namun, banyak pihak berspekulasi bahwa langkah ini juga terkait dengan potensi intervensi militer terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengumumkan bahwa USS Gerald R Ford beserta satuan tempurnya telah memasuki wilayah tanggung jawabnya, termasuk Laut Karibia di utara Venezuela. SOUTHCOM menyatakan bahwa tindakan ini sejalan dengan arahan untuk memberantas organisasi kriminal transnasional dan memerangi terorisme narkotika. Satuan tempur USS Gerald R Ford terdiri dari kapal induk tercanggih di dunia, dua kapal penghancur rudal, serta sejumlah kapal dan pesawat pendukung.
Armada ini bergabung dengan kapal perang AS lainnya yang sudah berada di Karibia dalam operasi yang disebut Pentagon sebagai "Operation Southern Spear". Sejak September lalu, pasukan AS telah menyerang puluhan kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba, menewaskan puluhan orang.
Pemerintah Venezuela mengecam pengerahan militer AS ini sebagai ancaman nyata. Kehadiran kapal induk AS di dekat Caracas diumumkan bersamaan dengan pernyataan Trump bahwa Maduro ingin berdialog dengan AS.
Sebelumnya, Maduro juga mengkritik latihan militer gabungan AS dan Trinidad dan Tobago di Karibia, menyebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab. Venezuela menuduh aktivitas militer AS sebagai taktik untuk menggulingkan Maduro.
