Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan terkait situasi di Gaza. Ia mengklaim bahwa pasukan stabilisasi internasional yang dikoordinasikan oleh AS akan segera diterjunkan ke wilayah tersebut. Pernyataan ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai masa depan Gaza pasca konflik.
Trump mengungkapkan bahwa pengerahan pasukan multinasional ini merupakan bagian integral dari rencana pemerintahannya untuk Gaza pasca perang. Menurutnya, pasukan ini kemungkinan akan melibatkan personel dari berbagai negara, termasuk Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab. Rencana ini, kata Trump, turut berperan dalam mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 10 Oktober lalu, meskipun krisis kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian utama.

"Ini akan segera terjadi. Dan Gaza berjalan dengan sangat baik," ujar Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, Kamis (6/11) waktu setempat, saat bertemu dengan para pemimpin Asia Tengah. Ia menambahkan bahwa sejumlah negara telah bersedia menjadi sukarelawan untuk mengatasi potensi masalah dengan Hamas.
Menurut rencana, pasukan internasional ini akan bertugas melatih dan mendukung kepolisian Palestina yang telah diseleksi di Jalur Gaza, dengan dukungan dari Mesir dan Yordania. Selain itu, mereka juga akan mengamankan wilayah perbatasan dan mencegah penyelundupan senjata ke Hamas.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengedarkan draf resolusi Dewan Keamanan PBB kepada negara-negara mitra dengan tujuan memperkuat rencana Trump, termasuk memberikan lampu hijau bagi pengerahan pasukan internasional tersebut. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, telah membagikan draf tersebut kepada 10 anggota Dewan Keamanan dan beberapa mitra regional, termasuk Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Turki.
Meskipun beberapa negara telah menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi, mereka menekankan perlunya mandat Dewan Keamanan PBB sebelum benar-benar mengerahkan pasukan ke wilayah Palestina. Sementara itu, kepala Komando Pusat AS menegaskan bahwa tidak ada pasukan AS yang akan ditempatkan di wilayah tersebut. Pernyataan Trump ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar dan memicu perdebatan mengenai peran pasukan internasional di Gaza dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.
