Berita duka datang dari Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Marwan al-Sultan, tewas dalam serangan militer Israel. Informasi ini diperoleh dari laporan Aljazeera yang mengutip rekan-rekannya di Aljazeera Arabic. Tragedi ini tak hanya merenggut nyawa Marwan, tetapi juga keluarga tercintanya.
Serangan brutal tersebut terjadi di sebuah bangunan perumahan di barat daya Kota Gaza. Istri dan anak-anak Marwan turut menjadi korban kekejaman militer Israel. Marwan dikenal sebagai sumber informasi utama dari Gaza, sering melaporkan kondisi warga Palestina di wilayah utara yang terkepung. Ia berulang kali menyerukan kepada dunia internasional untuk mendesak perlindungan bagi tim medis, terutama saat rumah sakit dikepung atau diserang oleh tentara Israel.

Kondisi Rumah Sakit Indonesia di Gaza sendiri sebelumnya telah dilaporkan rusak parah pasca serangan Israel pada Mei lalu oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Laporan tersebut menyebutkan kaca jendela pecah, plafon runtuh, dan beberapa alat medis rusak akibat guncangan dan reruntuhan bangunan. Kerusakan ini mengganggu layanan medis penting di ruang perawatan intensif, instalasi gawat darurat, dan ruang operasi.
Kejadian ini menambah daftar panjang korban sipil Palestina akibat konflik yang berkepanjangan. Kematian Marwan al-Sultan menjadi simbol tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan menunjukkan eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan.