Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respons positif terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengisahkan kesediaannya untuk menindak anak buahnya yang terlibat masalah hukum. Sikap tegas kepala negara ini dipandang sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Kamis (17/9/2026), menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah cerminan kepercayaan tinggi dari seorang pemimpin.
"KPK memandang hal itu sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, dengan tetap menempatkan setiap proses penegakan hukum berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Budi. Ia menambahkan, pernyataan Prabowo juga diinterpretasikan sebagai ‘lampu hijau’ bagi KPK untuk menjalankan tugas penegakan hukum tanpa keraguan. Budi meyakini, pesan ini bertujuan agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan efektif dan bersih dari penyimpangan, di mana setiap pembantu presiden harus siap menghadapi konsekuensi hukum jika terbukti bersalah.

Budi Prasetyo menekankan bahwa korupsi bukan sekadar masalah hukum, melainkan memiliki dampak luas terhadap kualitas pembangunan dan kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan, di sektor pelayanan publik, korupsi dapat menggeser prinsip pelayanan yang seharusnya inklusif, adil, mudah, murah, dan cepat. "Ketika proses pelayanan publik disusupi praktik korupsi, penentuan layanan tidak lagi berdasarkan kebutuhan dan hak masyarakat, melainkan oleh kemampuan atau kesediaan untuk membayar," jelasnya, seraya menambahkan bahwa pada akhirnya, masyarakatlah yang menanggung biaya lebih mahal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam program ‘Prabowo Menjawab’ pada Rabu (16/9), mengungkapkan alasan di balik potensi perombakan kabinet (reshuffle), salah satunya adalah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Ia menceritakan momen ketika penyidik KPK pernah mendatangi dirinya untuk menginformasikan kasus yang menjerat pejabat tertentu. "Seperti saya nggak tahu, ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini…’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya gimana saya ya kan. ‘Apa kami diizinkan untuk menahan?’" ujar Prabowo.
Prabowo mengaku tanpa ragu mempersilakan KPK untuk menindak anak buahnya, asalkan memiliki bukti hukum yang kuat. Ia bahkan mengungkit kasus yang melibatkan salah satu wakil menterinya. "’You ada bukti? Kalau ada bukti silakan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," tegas Prabowo, menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu di internal pemerintahannya. Hal ini menggarisbawahi pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi praktik korupsi di bawah kepemimpinannya.
