Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara tegas mendorong penguatan pengelolaan wilayah perbatasan Indonesia. Langkah ini krusial untuk memastikan kawasan tersebut tidak hanya menjadi garda terdepan pertahanan, tetapi juga mesin pendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan keadilan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (17/9). Internationalmedia.co.id – News.
Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian kembali menegaskan visinya agar wilayah perbatasan tak lagi dipandang sebagai "halaman belakang" (backyard), melainkan bertransformasi menjadi "halaman depan" (front yard) Indonesia yang membanggakan. Ia menekankan bahwa kawasan ini harus didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan keadilan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, yang pada gilirannya akan memperkuat sistem pertahanan dan kedaulatan negara.

"Di usia ke-16 tahun ini, kita mengambil momentum hari ulang tahun untuk melakukan evaluasi. Apa saja capaian positif BNPP, apa yang masih belum sesuai harapan, dan bagaimana arah BNPP ke depan," ujar Tito, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima internationalmedia.co.id, Kamis (17/9).
Salah satu torehan gemilang BNPP adalah keberhasilan pembangunan setidaknya 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan fasilitas gedung yang modern dan representatif. Kehadiran PLBN-PLBN ini tak hanya berfungsi sebagai gerbang utama interaksi dengan negara tetangga, tetapi juga menjadi etalase bangsa Indonesia yang menunjukkan kemajuan dan keteraturan. Tata kelola PLBN pun, menurut Tito, telah berjalan cukup baik.
Selain itu, Mendagri juga menyoroti peran strategis BNPP dalam penyelesaian segmen-segmen perbatasan yang masih menjadi sengketa, khususnya di wilayah daratan dengan Malaysia dan Timor-Leste. Ia mencatat adanya kemajuan signifikan yang ditandai dengan berkurangnya jumlah segmen yang sebelumnya masih diperdebatkan. "Ini melibatkan tidak hanya BNPP, tapi banyak stakeholder, Kemenlu, Kemenhan, dan lain-lain, tapi BNPP masuk dalamnya," jelasnya.
Tito menambahkan, BNPP juga aktif berperan dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera dan mulai mendorong penyelesaian persoalan perbatasan secara mendasar, seperti di Pulau Sebatik. "Program-program skala mikro di beberapa titik untuk menyelesaikan masalah-masalah perbatasan di Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, hingga Timor-Leste yang bersifat spesifik, juga banyak yang berhasil diselesaikan. Ini adalah catatan-catatan yang menurut saya cukup baik," ungkapnya.
Meskipun demikian, Tito mengingatkan jajaran BNPP untuk tidak berpuas diri. Evaluasi berkelanjutan dan penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait harus terus dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Upaya ini perlu didukung dengan penyusunan program prioritas yang lebih tajam, penguatan rencana induk pembangunan daerah perbatasan, serta evaluasi rutin terhadap program-program yang dikerjakan kementerian/lembaga (K/L) di kawasan perbatasan. "Kita berusaha terus untuk mendorong K/L-K/L membuat program di perbatasan," imbuhnya.
Tak hanya itu, Mendagri juga mendorong agar seluruh kinerja dan capaian BNPP dapat dipublikasikan secara luas melalui berbagai media kontemporer. Langkah ini dinilai vital agar keberadaan dan peran BNPP semakin dikenal publik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. "Semoga di hari ulang tahun ini membuat setiap individu, anggota dari jajaran BNPP bisa bekerja dengan lebih baik, melakukan introspeksi, dan saya pasti akan mencari orang-orang yang baik untuk menempati jabatan-jabatan dan promosi yang ada di lingkungan BNPP," pungkasnya.
Sesuai arahan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan, perayaan HUT ke-16 BNPP dilaksanakan secara sederhana, ditandai dengan tumpengan, pemberian bantuan kepada pihak yang kurang mampu dan anak-anak yatim, serta penganugerahan penghargaan kepada pegawai yang telah mengabdi dalam rentang waktu tertentu (Satyalancana Karya Satya).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, segenap deputi, asisten deputi, tenaga ahli, dan jajaran BNPP lainnya.
