Bandung – Pagi yang seharusnya diisi dengan hiruk pikuk pembelajaran mendadak berubah menjadi drama bagi ratusan siswa SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung. Sebanyak 945 peserta didik terpaksa dipulangkan setelah lingkungan sekolah mereka di Jalan Cibaduyut tiba-tiba disegel oleh pihak ahli waris. Internationalmedia.co.id – News melaporkan insiden ini terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, menyebabkan kegiatan belajar mengajar lumpuh total.
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari, mengungkapkan keterkejutannya. "Tadi pagi saya dapat informasi jam 6 bahwa sekolah ini digembok katanya oleh ahli waris. Akhirnya saya laporan ke Dinas Pendidikan dan anak-anak diinformasikan untuk melaksanakan PJJ," ujar Agus, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id Jabar.

Situasi saat itu cukup menegangkan. Beberapa siswa sudah berada di dalam kelas, sementara yang lain masih di luar gerbang. Agus menjelaskan bahwa keputusan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diambil demi keamanan siswa. "Yang dikhawatirkan itu kan di sini itu daerah ramai, nah saya tuh takut terjadi chaos, terus takutnya terjadi kecelakaan gitu untuk anak-anak. Sehingga saya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dibubarkan saja anak-anak untuk melaksanakan PJJ," paparnya.
Agus menyayangkan tidak adanya komunikasi sebelumnya dari pihak ahli waris kepada sekolah. "Tidak ada, tidak ada informasi kepada sekolah, terutama kepada saya sebagai kepala sekolah di sini," tegasnya. Meskipun gembok berhasil dibuka sekitar pukul 07.00 WIB, proses belajar mengajar secara tatap muka sudah tidak memungkinkan. Bahkan, sempat terjadi sedikit perselisihan antara para guru dengan pihak yang melakukan penyegelan sebelum akhirnya instruksi PJJ diberlakukan.
Rencananya, PJJ akan berlangsung hingga Jumat (7/8/2026) sembari memantau perkembangan situasi. Jika kondisi belum juga kondusif, pihak sekolah tidak menutup kemungkinan untuk mengalihkan proses pembelajaran ke lokasi lain. "Sementara akan dialihkan dulu kalau situasinya tidak kondusif. Tapi kalau tidak ada insiden lagi, kita akan menunggu sampai sekolah ini direlokasi," pungkas Agus, berharap ada solusi permanen untuk keberlangsungan pendidikan ratusan siswanya.
