Internationalmedia.co.id – News – Jajaran kepolisian dari Polsek Cileungsi berhasil mengungkap praktik pembuatan minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, seorang pria berinisial M diamankan, diduga sebagai peracik sekaligus pemasok miras oplosan yang berbahaya. Pengungkapan ini sekaligus menyita ratusan botol miras siap edar serta bahan baku pembuatannya.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa awal mula pengungkapan kasus ini terjadi pada Jumat, 31 Juli. Saat itu, petugas berhasil mencegat M yang tengah berupaya mendistribusikan miras ke sejumlah pengecer di kawasan Gandoang, Cileungsi. "Pelaku tertangkap basah saat mengendarai mobil yang memuat sekitar 10 dus, berisi kurang lebih 240 botol arak bali siap edar. Minuman ini rencananya akan disalurkan kepada para penjual di Cileungsi," terang Kompol Edison dalam keterangan resminya yang dirilis pada Rabu, 5 Agustus.

Berdasarkan penangkapan tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penggeledahan di sebuah gudang yang berfungsi sebagai lokasi penyimpanan sekaligus tempat peracikan miras, berlokasi di Desa Pasir Laja, Kecamatan Sukaraja. Dari hasil interogasi, M mengakui bahwa ia adalah peracik tunggal minuman haram tersebut di kediamannya. Bahan biang miras didatangkan dari Jawa Timur, kemudian dicampur dengan air mineral isi ulang, sebelum akhirnya dikemas dan diberi label atau stiker "arak bali" palsu yang juga dibuat sendiri oleh pelaku, siap untuk diedarkan.
Dari lokasi pabrik miras ilegal tersebut, polisi menyita sejumlah besar barang bukti. Di antaranya, 1.308 botol ciu dengan berbagai ukuran (1.500 ml dan 600 ml), 39 jeriken berkapasitas 30 liter yang berisi biang arak bali, 46 botol arak bali siap edar, 190 botol kosong, serta berbagai tutup botol dan stiker kemasan arak bali palsu. Miras racikan M ini dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp 20 ribu untuk ukuran besar. "Produk ilegal ini didistribusikan di area Cileungsi dan beberapa wilayah lain di Kabupaten Bogor," tambah Kompol Edison.
