Sebuah insiden pengeroyokan tragis yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali, setelah dituduh mencuri ayam, kini menjadi sorotan nasional. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang memicu keprihatinan publik ini. Andi Gani secara tegas meminta Kapolres Tabanan dan jajarannya untuk bertindak cepat dan menuntaskan masalah hukum ini.
Dalam keterangannya pada Senin lalu, Andi Gani menekankan bahwa tindakan pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa, meskipun terhadap terduga pelaku kejahatan, sama sekali tidak dapat dibenarkan secara hukum. Ia juga mengungkapkan telah menginstruksikan stafnya untuk menemui keluarga KD guna memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak korban yang masih bersekolah. Lebih lanjut, KSPSI juga meminta Polri untuk mencegah potensi aksi balas dendam, agar kasus ini tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.

Kisah pilu keluarga KD semakin mencuat ke permukaan. Dilansir internationalmedia.co.idBali, Minggu lalu, KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua di antaranya masih menempuh jenjang pendidikan, termasuk si bungsu yang baru duduk di bangku kelas 1 SD. I Made Sutama, Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, yang turut menjemput jenazah KD, mengungkapkan kesedihannya yang mendalam. "Melihat anaknya menangis tersedu-sedu saat jenazah tiba di rumah, saya benar-benar sedih," ujarnya pilu.
Momen mengharukan putri bungsu KD yang tak henti menangisi jenazah ayahnya bahkan sempat viral di media sosial, menyentuh hati banyak pihak. Meski pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian, Sutama tetap menyayangkan aksi main hakim sendiri. Menurutnya, dugaan tindak pidana apa pun harus diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku. "Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," tegas Sutama, menyerukan penegakan hukum yang adil.
