Gebrakan politik mengejutkan datang dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. Ia secara resmi menyatakan niatnya untuk bertarung sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah. Pengumuman ini segera memicu reaksi dari elite PDI Perjuangan, mengingat Dapil tersebut dikenal luas sebagai ‘Dapil Neraka’ karena persaingan yang sangat ketat dan dihuni oleh politisi-politisi kawakan. Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa langkah Kaesang ini menambah dinamika politik di salah satu arena pertarungan paling sengit.
Kaesang Pangarep menyampaikan deklarasi politiknya saat kunjungan ke Solo. Awalnya, agenda putra bungsu Presiden Joko Widodo ini adalah bertemu dengan suporter Persis Solo. Namun, kesempatan Rakorda DPD PSI Kota Solo dimanfaatkan untuk mengumumkan pencalonannya. "Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada rakorda-nya DPD Kota Solo, ya wis pisan ngumumke kalau bakal jadi caleg di sini," ujarnya di hadapan kader PSI Solo, Sabtu (25/7). Dalam kesempatan tersebut, Kaesang menegaskan target kemenangan PSI pada Pemilu 2029 dan meminta seluruh kader untuk menjaga soliditas serta menghindari konflik internal. Ia bahkan menekankan bahwa pesannya disampaikan bukan sebagai Ketua Umum, melainkan sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah.

Dapil V Jawa Tengah memang bukan medan tempur biasa. Meliputi wilayah Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Surakarta (Solo), daerah pemilihan ini kerap dijuluki ‘Dapil Neraka’ karena intensitas persaingan yang luar biasa. Sejumlah nama besar dan tokoh nasional tercatat berasal dari dapil ini, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima, keduanya dari PDI Perjuangan.
Data rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pileg 2024, yang dikutip dari internationalmedia.co.id/Pemilu, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Dapil V Jateng. Dengan total 2.556.296 pengguna hak pilih, Puan Maharani berhasil meraih suara terbanyak dengan 297.366 suara. Diikuti oleh politikus Partai Gerindra, Adik Sasongko, dengan 142.405 suara, dan Singgih Januratmoko dari Partai Golkar dengan 125.067 suara. Dominasi PDI Perjuangan juga terlihat dari perolehan suara partai politik di dapil ini, mencapai 774.282 suara, jauh di atas Golkar (335.804 suara) dan Gerindra (302.492 suara).
Menanggapi deklarasi Kaesang, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memberikan respons diplomatis. Ganjar menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional yang sama untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum, sebagaimana dijamin oleh UUD 1945. "Sebagai warga negara, siapa pun dia, memiliki hak konstitusional yang sama untuk mencalonkan diri dari daerah pemilihan mana pun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apalagi beliau memang berasal dari Solo, sehingga memilih Dapil V Jawa Tengah tentu merupakan hak politik yang patut dihormati," jelas Ganjar, Minggu (26/7). Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga menekankan bahwa bagi PDI Perjuangan, esensinya bukan pada siapa yang berhadapan dengan siapa, melainkan bagaimana rakyat diberi kebebasan menentukan pilihan. Ia percaya bahwa rekam jejak, kedekatan dengan rakyat, dan kerja nyata akan menjadi faktor penentu utama pilihan masyarakat.
Langkah Kaesang ini diprediksi akan semakin memanaskan peta persaingan politik di Dapil V Jawa Tengah pada Pileg 2029, menjanjikan pertarungan yang menarik untuk disimak.
