Sebuah video viral yang menampilkan layanan pijat "ala India" disertai penyajian minuman keras di ruang publik Danau Sunter, Jakarta Utara, sempat menghebohkan jagat maya dan memicu keresahan luas di kalangan warga. Namun, penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang mengungkap fakta mengejutkan di balik tayangan tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden yang terekam itu ternyata hanyalah sebuah konten semata, bukan aktivitas nyata.
Dalam rekaman yang beredar luas baru-baru ini, terlihat seorang penyedia jasa menawarkan pijatan di atas tikar sederhana kepada seorang pelanggan. Adegan berlanjut dengan pijatan hingga ke area wajah, kemudian diikuti tawaran minuman keras jenis kolesom. Pelanggan yang merekam momen tersebut tampak menikmati layanan yang tidak lazim di ruang publik, memicu berbagai spekulasi dan kecaman dari netizen.

Menanggapi kegaduhan ini, Satpol PP Jakarta Utara segera bergerak menelusuri kebenaran video tersebut. Kasatpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, kepada internationalmedia.co.id, menyatakan pihaknya serius mendalami informasi yang beredar. "Kita lagi telusuri. Kalau ada, kita akan halau dan imbau untuk tidak melakukan aktivitas sejenis atau lainnya yang kurang pas dilakukan di ruang publik," tegas Budhy, menekankan bahwa ruang publik harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak digunakan untuk kegiatan yang dinilai tidak pantas.
Budhy juga menambahkan bahwa Satpol PP akan mengambil langkah persuasif jika menemukan aktivitas serupa. Selain penelusuran, patroli di kawasan Danau Sunter dan ruang terbuka publik lainnya akan ditingkatkan secara berkala guna mencegah munculnya kejadian serupa di masa mendatang.
Namun, keesokan harinya, hasil pengecekan langsung oleh Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok bersama Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara di lokasi membongkar fakta sebenarnya. Setelah melakukan klarifikasi kepada pedagang, warga, serta tokoh masyarakat di sekitar lokasi, tidak ditemukan adanya praktik jasa pijat maupun penyajian minuman keras seperti yang digambarkan dalam video viral tersebut.
Melalui akun Instagram resminya, Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok menegaskan, "Informasi yang beredar diketahui hanya merupakan konten media sosial dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lokasi." Mereka mengimbau masyarakat dan para kreator konten untuk lebih bijaksana dalam membuat dan menyebarluaskan informasi di media sosial.
"Mari bersama-sama memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, informasi, dan hiburan yang positif serta bertanggung jawab," tutup pernyataan tersebut, mengingatkan akan pentingnya etika dalam bermedia sosial dan dampak dari konten yang tidak sesuai realitas, yang dapat menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
