Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden perampokan sadis mengguncang kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menyisakan seorang korban luka parah dengan tujuh tusukan dan raibnya 500 gram emas. Aparat kepolisian kini tengah berjibaku mengungkap tabir di balik aksi brutal yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Pati tersebut.
Peristiwa mengerikan ini terungkap terjadi pada Selasa siang, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban, berinisial MAH, yang diketahui merupakan rekan kerja pemilik rumah berinisial T, sedang bertamu saat kejadian berlangsung. Menurut keterangan saksi T, dua orang tak dikenal secara tiba-tiba menerobos masuk ke dalam rumah. Tanpa ampun, para pelaku langsung menyerang MAH, kemudian melarikan diri dengan membawa kabur perhiasan emas milik T yang diperkirakan seberat setengah kilogram. MAH ditemukan dalam kondisi mengenaskan, menderita tujuh luka tusukan di bagian leher dan punggung, membuatnya kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan kerugian materiil yang dialami pemilik rumah. "Kerugian materiil sementara adalah emas sebanyak 500 gram," ujar AKBP Braiel saat dikonfirmasi internationalmedia.co.id pada Kamis (18/6). Ia menambahkan bahwa kondisi korban MAH masih dalam penanganan medis serius. "Saat ini, kasus dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang didukung penuh oleh Sat Reskrim Polres Jakarta Pusat serta Subdit Jatanras Polda Metro Jaya," jelasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan kronologi awal yang didapat dari saksi. "Rekan satu perusahaannya, itu rumahnya, itu rumah saksi bukan rumah korban. Iya (korban lagi bertamu)," kata AKBP Roby. "Berdasarkan keterangan saksi, ada dua perampok yang datang dan menyekap. Namun, saat kami temukan, korban sudah hampir hilang kesadaran sehingga belum bisa memberikan keterangan detail," imbuhnya. AKBP Roby juga menegaskan bahwa barang yang hilang adalah milik saksi T, bukan milik korban MAH.
Dengan kondisi korban yang masih kritis dan belum dapat dimintai keterangan lengkap, pihak kepolisian menghadapi tantangan dalam mengungkap motif dan identitas pelaku. Serangkaian pendalaman, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi lain, terus dilakukan secara maraton. Pengejaran terhadap dua terduga pelaku perampokan sadis ini menjadi prioritas utama aparat guna segera menyeret mereka ke meja hijau dan memberikan keadilan bagi korban.
