Tujuh orang dilaporkan hilang setelah sebuah speedboat yang mengangkut sepuluh penumpang dihantam ombak ganas dan tenggelam di perairan Maluku Barat Daya. Insiden tragis ini, yang juga menewaskan satu orang, terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dua penumpang berhasil selamat dari musibah tersebut.
Peristiwa nahas itu berlangsung di Perairan Pulau Dai, yang masuk wilayah Desa Sinairusi, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.30 WIT. Speedboat tersebut diketahui bertolak dari Desa Sanairusi dengan tujuan akhir Tepa.

Menurut keterangan Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, insiden bermula ketika speedboat berada di antara Pulau Dai dan Desa Tepa. "Tiba-tiba terjadi angin kencang yang memicu gelombang tinggi dan langsung menghantam badan speedboat," jelas Budhi, merujuk pada kesaksian korban selamat.
Hantaman ombak tersebut menyebabkan air laut dengan cepat memenuhi lambung perahu. Tak lama berselang, speedboat itu pun tenggelam. Para penumpang berupaya keras menyelamatkan diri dengan berenang di tengah ganasnya gelombang.
Dua korban selamat, Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42), berhasil berenang menuju daratan Pulau Dai yang masih terlihat dari lokasi kejadian. Saat berjuang mencapai pantai, mereka sempat melihat Asael Danie berenang di belakang mereka.
Namun, gelombang tinggi yang terus menerjang membuat Yakop dan Ignasius tidak dapat menolong Asael. "Keadaan korban yang sudah lanjut usia dan kondisi cuaca yang tidak baik sehingga kedua saksi tidak sempat menolong korban dan berenang menyelamatkan diri ke daratan," terang Budhi. Asael Danie diduga kuat tenggelam karena kondisi tersebut.
Hingga kini, tujuh penumpang lainnya masih dalam pencarian. Pihak berwenang dan tim SAR terus berupaya menemukan para korban yang hilang di tengah luasnya perairan Maluku Barat Daya, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
