Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk merevolusi sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Setelah pertemuan penting dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Luhut menyatakan bahwa era baru bansos akan sepenuhnya berbasis digital dan didukung kecerdasan buatan (AI). Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah mengoptimalkan digitalisasi melalui government technology (govtech), demi efisiensi dan ketepatan sasaran yang maksimal.
"Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo nanti akan sangat mengandalkan digitalisasi dengan dukungan AI," ujar Luhut, didampingi anggota DEN seperti Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat. Ia menambahkan, "Dalam waktu tidak terlalu lama, kita akan memiliki digital single ID." Sistem identitas tunggal digital ini diproyeksikan menjadi tulang punggung penyaluran bansos yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Luhut memprediksi bahwa digital single ID ini kemungkinan akan rampung pada akhir tahun ini. Implementasinya diharapkan dapat mengubah wajah penyaluran bansos secara signifikan, beralih dari bentuk barang menjadi transfer tunai langsung (direct cash transfer) kepada penerima manfaat. "Ini akan membuat bansos atau direct cash transfer menjadi sangat targeted dan akan menghemat angka yang cukup besar," jelas Luhut. Ia juga menegaskan bahwa subsidi pemerintah ke depan tidak akan lagi berbentuk barang, melainkan langsung disalurkan kepada individu yang berhak.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa optimalisasi AI tidak hanya berhenti pada identifikasi penerima. Teknologi canggih ini juga akan digunakan untuk mengelompokkan penerima manfaat bansos, memastikan setiap individu mendapatkan jenis dan jumlah bantuan yang paling sesuai. Dengan mengintegrasikan berbagai bentuk bansos dan transfer tunai, Luhut menyebutkan bahwa rata-rata bantuan yang diterima per orang dapat mencapai Rp 5,4 juta. "Karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada 5,4 juta rupiah per orang dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," pungkasnya, menandai era baru transparansi dan efektivitas dalam program bantuan sosial pemerintah.
