Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan detail mengejutkan terkait insiden penembakan yang terjadi di luar acara gala dinner Gedung Putih. Menurut Trump, pelaku penembakan tersebut menulis sebuah manifesto yang berisi kebencian mendalam terhadap umat Kristen, mengindikasikan bahwa penyerang adalah individu yang sangat bermasalah.
"Orang itu sakit jiwa. Ketika Anda membaca manifestonya, jelas sekali dia membenci orang Kristen," ujar Trump kepada Fox News, seperti dikutip oleh AFP. Trump menambahkan bahwa bahkan keluarga pelaku telah menyadari masalah kejiwaannya dan sempat melaporkan kekhawatiran mereka kepada pihak berwenang. "Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya sebenarnya mengeluh tentang itu. Mereka bahkan mengeluh kepada penegak hukum. Dia orang yang sangat bermasalah," tegas Trump.

Insiden menegangkan ini terjadi pada Sabtu malam, saat Trump tengah menghadiri makan malam tahunan dengan asosiasi jurnalis Gedung Putih di Hotel Hilton Washington DC. Suara tembakan terdengar di luar ballroom tempat acara berlangsung, memicu kepanikan di antara para tamu.
Para hadirin, termasuk jurnalis dan pejabat tinggi, segera diperintahkan untuk mencari perlindungan di bawah meja atau berbaring di lantai. Agen Secret Service dengan sigap bergerak cepat mengamankan Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump yang berada di atas panggung, mengevakuasi mereka ke lokasi yang aman.
Tidak hanya Presiden, Wakil Presiden AS JD Vance, Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga turut dievakuasi oleh agen keamanan ke tempat yang lebih aman.
Pelaku penembakan, yang berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian, diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari California. Pihak berwenang kini tengah mendalami motif sebenarnya di balik serangan ini, dengan fokus pada manifesto yang disebutkan oleh Presiden Trump. Investigasi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap latar belakang dan tujuan pasti dari aksi penembakan tersebut.
