Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Pernyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Bikin Dunia Marah
Trending Indonesia

Pernyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Bikin Dunia Marah

GunawatiBy Gunawati23-02-2026 - 07.15Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pernyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Bikin Dunia Marah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu gelombang kecaman internasional pada Minggu (22/2/2026) setelah mengindikasikan bahwa Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat. Pernyataan kontroversial ini, yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional, telah mengancam upaya perdamaian di kawasan dan memicu reaksi keras dari berbagai negara.

Kontroversi bermula dari wawancara Huckabee dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan pada Jumat. Carlson membuka diskusi dengan merujuk pada klaim Alkitab mengenai keturunan Abraham yang akan menerima tanah yang secara geografis mencakup seluruh Timur Tengah. Ketika ditanya apakah Israel memiliki hak atas tanah tersebut, Huckabee menjawab "tidak masalah jika mereka mengambil semuanya." Namun, ia menambahkan bahwa Israel saat ini tidak berupaya memperluas wilayahnya dan memiliki hak atas keamanan di area yang secara sah dikuasainya.

Pernyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Bikin Dunia Marah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ucapan Huckabee segera memicu badai protes dari sejumlah negara dan organisasi regional. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut pernyataan tersebut sebagai ‘retorika ekstremis’ dan ‘tidak dapat diterima’, mendesak klarifikasi resmi dari Kementerian Luar Negeri AS. Senada, Kementerian Luar Negeri Mesir mengecamnya sebagai ‘pelanggaran terang-terangan’ terhadap hukum internasional, menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lainnya. Liga Negara-negara Arab, bersama Yordania, Kuwait, Oman, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), memperingatkan bahwa pernyataan ekstremis tanpa dasar kuat semacam itu hanya akan ‘memanaskan suasana’ dan ‘membangkitkan sentimen keagamaan dan nasional’.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), turut menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam. Dalam pernyataan bersama dengan sejumlah negara Timur Tengah, Kemlu RI menegaskan bahwa klaim Dubes AS mengenai hak Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki, sama sekali tidak dapat diterima. Indonesia menilai pernyataan tersebut mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah, khususnya di Jalur Gaza.

Pernyataan bersama tersebut juga menggarisbawahi bahwa pandangan Dubes Mike bertolak belakang dengan hukum internasional, Piagam PBB, dan bahkan visi Presiden AS Donald Trump sendiri dalam upaya perdamaian di Palestina. Rencana perdamaian yang diusung Trump, menurut mereka, berlandaskan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai. Oleh karena itu, pernyataan yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain justru merusak tujuan-tujuan ini, memicu ketegangan, dan merupakan hasutan alih-alih memajukan perdamaian.

Kemlu RI bersama negara-negara Arab menegaskan kembali bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lainnya. Mereka menolak keras setiap upaya aneksasi Tepi Barat atau pemisahannya dari Jalur Gaza, menentang perluasan kegiatan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, dan menolak kategoris setiap ancaman terhadap kedaulatan negara-negara Arab.

Sebagai konteks, Israel memang telah berupaya memperdalam kontrol atas Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dengan memperluas pembangunan permukiman Yahudi dan melegalkan pos-pos permukiman. Namun, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat. Selama puluhan tahun, Palestina telah menyerukan pembentukan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, tuntutan yang didukung sebagian besar komunitas internasional.

Mike Huckabee sendiri dikenal sebagai seorang Kristen evangelis dan pendukung kuat Israel serta gerakan permukiman di Tepi Barat. Ia telah lama menolak gagasan solusi dua negara bagi Israel dan Palestina, bahkan pernah menyatakan tidak percaya pada penyebutan keturunan Arab dari penduduk Palestina era mandat Inggris sebagai ‘Palestina’. Hingga berita ini diturunkan oleh internationalmedia.co.id, belum ada komentar langsung dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait kontroversi ucapan Huckabee tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Idulfitri Iran di Tengah Badai Perang

21-03-2026 - 23.30

Iran Terpukul Israel Hantam Jantung Rudal Balistik

21-03-2026 - 23.00

Inggris Izinkan AS Serang Iran dari Pangkalan Militer

21-03-2026 - 21.30

PM Australia Hadapi Amarah Jemaah Idul Fitri

21-03-2026 - 21.15

Horor Pabrik Suku Cadang Korea

21-03-2026 - 21.00

Khamenei Kirim Ucapan Idulfitri Penuh Makna

21-03-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.