Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, sebuah langkah strategis nan ambisius telah diambil guna mengakselerasi program jaminan produk halal nasional. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menjalin kemitraan dengan ESQ Corp melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis, 18 Juni 2026, di kantor pusat BPJPH Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan budaya organisasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta manajemen talenta, elemen-elemen yang dinilai krusial untuk menyukseskan agenda besar pemerintah.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, dalam kesempatan tersebut menggarisbawahi evolusi konsep halal yang kini telah menjadi standar universal. "Halal bukan lagi sekadar isu keagamaan, melainkan telah menjelma menjadi standar kualitas yang diakui dan diterima oleh seluruh masyarakat dunia," tegas Haikal. Ia mencontohkan bagaimana berbagai negara maju menafsirkan nilai strategis halal: Amerika Serikat melihatnya sebagai simbol kesehatan, Korea Selatan sebagai tolok ukur kebersihan ganda, Tiongkok sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan, dan Inggris bahkan mengaitkannya dengan keberlanjutan lingkungan.

Menyambut visi besar BPJPH, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menyatakan apresiasinya dan menegaskan komitmen penuh ESQ. Dengan jaringan alumni yang mencapai 2,5 juta orang di seluruh Indonesia, ESQ siap menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan dan mendukung program ini. "Mengingat mulai Oktober mendatang sertifikat halal akan diwajibkan, jaringan alumni ESQ akan bahu-membahu menyukseskan program vital ini," ungkap Ary.
Ary Ginanjar lebih lanjut menjelaskan transformasi fokus ESQ. Jika sebelumnya ESQ dikenal dengan gerakan membangun integritas dan hati yang bersih, kini semangat tersebut diperluas untuk mengukuhkan gaya hidup halal di berbagai sektor. "Dulu ESQ berbicara tentang hati yang dihalalkan, sekarang cakupannya meluas ke makanan, kosmetik, dan seluruh produk yang harus halal. Ini adalah bagian dari transformasi besar yang wajib kita dukung bersama," paparnya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan misi BPJPH tidak semata-mata ditentukan oleh regulasi, melainkan oleh kualitas SDM yang menjalankannya. Oleh karena itu, pembangunan budaya organisasi yang kokoh, integritas tinggi, dan manajemen talenta yang presisi menjadi fondasi utama.
Kemitraan strategis ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat, mendorong percepatan implementasi jaminan produk halal, serta membangun ekosistem halal yang berkelanjutan di Indonesia, didukung oleh SDM yang kompeten dan berintegritas tinggi.
Acara penandatanganan MoU ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Deputi Bidang Kemitraan dan Standarisasi Halal Abd. Syakur, Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia Barbara Szymanowska, serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Rosihon Anwar.
