Sebuah rekaman video yang memperlihatkan warga Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengangkut jenazah menggunakan sepeda motor melintasi jalan rusak parah mendadak viral di media sosial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang memicu perbincangan publik ini terjadi karena pihak keluarga disebut tidak mengajukan permohonan peminjaman ambulans kepada pemerintah desa setempat.
Menurut penuturan Mugni, salah seorang warga setempat, jenazah yang diangkut tersebut adalah MH, seorang anak berusia 8 tahun. MH dibawa menggunakan sepeda motor menuju rumah duka setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit akibat patah tulang. "Dia mengalami patah tulang, dan setelah berobat, langsung kami bawa pulang," ujar Mugni, seperti dikutip internationalmedia.co.id pada Selasa (4/8/2026).

Mugni menjelaskan, MH menghembuskan napas terakhir di atas sepeda motor saat dalam perjalanan pulang. Ia menambahkan, keputusan keluarga untuk tidak meminjam ambulans bukan tanpa alasan. Prioritas utama adalah kecepatan agar jenazah segera tiba di rumah. "Pihak keluarga memang tidak mengonfirmasi ke desa untuk penggunaan ambulans. Namun, alasan kami cukup masuk akal. Kami tidak ingin prosesnya ribet dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, respons ambulans seringkali tidak cepat. Keluarga ingin serba cepat, itulah mengapa kami memilih motor," terang Mugni.
Kondisi jalan desa yang rusak parah dan sudah berlangsung puluhan tahun juga menjadi pertimbangan utama. Menurut Mugni, jalanan yang tidak layak tersebut akan memperlambat perjalanan jika menggunakan mobil atau ambulans, sehingga sepeda motor dianggap sebagai opsi tercepat. Senada dengan Mugni, Sekretaris Desa Pasirlancar, Herman, membenarkan insiden tersebut. Herman menegaskan bahwa memang tidak ada permohonan peminjaman ambulans yang diajukan oleh pihak keluarga kepada pemerintah desa. Peristiwa ini menyoroti dilema yang dihadapi warga di daerah terpencil dengan infrastruktur minim, di mana kecepatan dan efisiensi terkadang harus mengesampingkan prosedur formal, bahkan dalam situasi paling berduka sekalipun.
