Internationalmedia.co.id – Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengungkapkan bahwa Kyiv telah berdiskusi intensif dengan sekutu-sekutu Eropa terkait proposal perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan Rusia. Pembicaraan ini dilakukan setelah Presiden Zelensky menolak mentah-mentah rencana tersebut.
Sybiha menyampaikan melalui platform X bahwa komunikasi dengan para Menteri Luar Negeri dari Prancis, Inggris, Polandia, Finlandia, serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dan perwakilan dari Italia dan Jerman, berlangsung sangat krusial. Ia juga melaporkan hasil "kontak terkini dan pembahasan logika langkah-langkah selanjutnya" kepada Presiden Zelensky.

Zelensky sendiri secara tegas menolak rencana perdamaian AS yang berisi 28 poin, menilai bahwa opsi yang diberikan sangat sulit bagi Ukraina. Menurutnya, rencana tersebut memaksa Ukraina untuk memilih antara kehilangan martabat atau berisiko kehilangan dukungan dari sekutu utamanya, AS. Meskipun demikian, Zelensky berjanji akan mengusulkan alternatif dari rencana perdamaian tersebut.
Rencana perdamaian yang diklaim disusun secara diam-diam oleh Washington selama sebulan terakhir, mengharuskan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayah timurnya kepada Rusia, mengurangi kekuatan militernya, dan berjanji untuk tidak bergabung dengan NATO. Ketentuan ini dianggap oleh banyak pihak sebagai bentuk pemenuhan tuntutan Moskow pasca-invasi pada Februari 2022.
Negara-negara Eropa, yang merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan rencana tersebut, menunjukkan penolakan keras, terutama terhadap poin-poin yang mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah dan melucuti persenjataan. Mereka menganggap syarat tersebut sebagai bentuk menyerah diri.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan kembali dukungan untuk "perdamaian yang adil dan abadi" di Ukraina. "Kita harus mengamankan gencatan senjata sepenuhnya dan ruang untuk negosiasi yang bermakna. Ukraina harus menentukan masa depannya," tegasnya.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan mendesak Zelensky untuk menyetujui rencana perdamaian tersebut dengan batas waktu hingga 27 November. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

