Sebuah laporan mengejutkan dari Tulungagung, Jawa Timur, menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan pemuda. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat sebanyak 630 pemuda berusia 13 hingga 25 tahun telah teridentifikasi positif HIV/AIDS. Fenomena ini kian meresahkan lantaran tren penyebaran kini mulai merambah ke kelompok usia pelajar.
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nurrohmania, mengungkapkan bahwa sejak kasus pertama ditemukan, total Orang dengan HIV (Odha) di wilayah tersebut telah mencapai 4.540 orang. Mayoritas dari jumlah tersebut berada dalam usia produktif. "Dari angka tersebut, 630 di antaranya adalah remaja dalam rentang usia 13-25 tahun yang dinyatakan positif HIV. Ini tentu sangat mengkhawatirkan," ujar Ifada saat berpartisipasi dalam sosialisasi di SMKN 1 Boyolangu, seperti dilansir internationalmedia.co.idJatim pada Selasa (14/7/2026).

KPA Tulungagung juga mendeteksi adanya pergeseran signifikan dalam kelompok usia remaja yang terjangkit HIV/AIDS, dengan dominasi kasus pada rentang usia 15-19 tahun. Peningkatan temuan kasus pada kelompok usia ini diakibatkan oleh beberapa faktor utama, termasuk penularan melalui hubungan seksual bebas. Ifada menjelaskan bahwa pada remaja, penularan mayoritas terjadi melalui hubungan seksual bebas, baik heteroseksual maupun homoseksual. Selain itu, penularan dari orang tua Odha juga menjadi salah satu penyebab.
Menyikapi tingginya angka kasus HIV pada remaja di Tulungagung, KPA setempat mengintensifkan berbagai upaya pencegahan. Langkah-langkah tersebut mencakup sosialisasi dan pembinaan yang gencar terhadap para pelajar di berbagai institusi pendidikan.
Salah satu penekanan utama yang disampaikan kepada pelajar adalah pentingnya menghindari hubungan seks sebelum menikah dan mencegah praktik perundungan atau bullying. "’Kuncinya adalah mencintai tanpa telanjang, jangan terbujuk rayu melakukan hubungan seks sebelum menikah,’ tegas Ifada, mengingatkan para generasi muda akan pentingnya menjaga diri."
