Internationalmedia.co.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menahan diri untuk saat ini dalam memberikan rudal Tomahawk kepada Ukraina. Alasannya? Trump ingin mengamankan perdamaian dengan Rusia terlebih dahulu.
Keputusan ini diungkapkan Trump saat menerima kunjungan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Gedung Putih. "Semoga mereka tidak membutuhkannya. Semoga kita bisa mengakhiri perang tanpa berpikir tentang rudal Tomahawk," ujarnya kepada wartawan saat pertemuan tersebut.

Trump meyakini dapat membujuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk mengakhiri invasi yang dimulai pada tahun 2022, apalagi setelah percakapan telepon dengan Putin sehari sebelumnya. "Saya pikir Presiden Putin ingin mengakhiri perang," kata Trump, menunjukkan optimisme.
Namun, Zelensky memiliki pandangan berbeda. Ia berpendapat bahwa Putin "belum siap" untuk perdamaian, sebuah indikasi ketidaksepakatan strategi antara kedua pemimpin.
Ukraina sendiri telah aktif melobi Washington selama beberapa minggu terakhir untuk mendapatkan rudal Tomahawk. Mereka berpendapat bahwa rudal tersebut akan memberikan tekanan yang signifikan pada Rusia untuk mengakhiri invasi yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun.
Sebelum kunjungan Zelensky, Putin telah memperingatkan Trump agar tidak mengirimkan senjata tersebut. Putin berpendapat bahwa tindakan tersebut dapat meningkatkan eskalasi perang dan membahayakan perundingan damai yang sedang berlangsung.
Trump juga mengungkapkan kekhawatiran tentang persediaan rudal Tomahawk AS, yang memiliki jangkauan lebih dari 1.600 kilometer. Ia menekankan perlunya kehati-hatian agar tidak "menghabiskan" persediaan yang ada.
Rusia sebelumnya telah memperingatkan AS terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk ini. Putin menyatakan bahwa jika AS memberikan rudal tersebut, hal itu akan menyebabkan "tingkat eskalasi yang benar-benar baru," termasuk dalam hubungan antara Moskow dan Washington.
Pernyataan keras ini muncul setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, mengindikasikan bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk mendapatkan pasokan rudal Tomahawk.
