Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini melontarkan pujian tak terduga kepada Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, usai pertemuan tertutup di Gedung Putih. Trump menyebut Sharaa sebagai pemimpin yang "tangguh," menandai babak baru dalam hubungan kedua negara.
Pertemuan bersejarah yang berlangsung pada Senin (10/11) waktu setempat itu, menjadi momen penting karena Sharaa menjadi Presiden Suriah pertama yang menginjakkan kaki di Gedung Putih. Trump mengungkapkan harapannya agar Suriah dapat meraih kesuksesan setelah dilanda perang saudara selama lebih dari satu dekade. Ia meyakini Sharaa mampu membawa perubahan positif bagi rakyat Suriah.

"Dia pemimpin yang sangat kuat. Dia berasal dari tempat yang sangat keras, dan dia orang yang tangguh," ujar Trump kepada wartawan usai pertemuan, seperti dilansir AFP. Trump juga menambahkan bahwa masa lalu yang sulit dapat menjadi bekal berharga bagi seorang pemimpin.
Trump melihat Suriah sebagai bagian penting dari rencana perdamaian Timur Tengah yang lebih luas, dengan harapan dapat memperkuat gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Namun, Trump belum mengonfirmasi apakah Suriah akan bergabung dengan aliansi internasional pimpinan AS melawan ISIS, atau menandatangani pakta non-agresi dengan Israel.
Kunjungan ini menandai perubahan signifikan bagi Sharaa, yang dulunya merupakan seorang mantan jihadis dengan imbalan 10 juta dolar AS atas kepalanya. Dalam momen dramatis, Sharaa bahkan menyempatkan diri menyapa para pendukung di luar Gedung Putih, dikawal ketat oleh pengawal.
Kepresidenan Suriah melalui akun X resmi mereka menyatakan bahwa Sharaa dan Trump membahas hubungan bilateral, upaya memperkuat hubungan tersebut, serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Foto-foto pertemuan yang dirilis menunjukkan Trump berjabat tangan dengan Sharaa di Ruang Oval, serta momen pertemuan dengan para pejabat tinggi AS lainnya.
Sejak berkuasa, pemimpin baru Suriah ini memang berupaya menampilkan citra yang lebih moderat kepada dunia dan rakyatnya, berusaha melepaskan diri dari masa lalu yang penuh kekerasan.

