Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan publik usai melontarkan pernyataan kontroversial mengenai imigran Somalia dan tertangkap kamera tertidur saat rapat kabinet berlangsung. Kejadian ini memicu beragam reaksi dan spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan fokus Trump.
Dalam rapat kabinet yang digelar pada Selasa (2/12) waktu setempat, Trump meluapkan amarahnya terkait imigran Somalia. Ia mempertanyakan mengapa mereka diizinkan masuk ke AS, menuding mereka tidak memberikan kontribusi positif dan bahkan menyebut negara asal mereka "busuk". Pernyataan ini muncul di tengah skandal penyelewengan dana bantuan sosial di Minnesota yang melibatkan warga Amerika keturunan Somalia.

"Di Somalia, mereka tidak punya apa-apa, mereka hanya berkeliaran saling membunuh," ujar Trump seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan, "Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka busuk, dan kita tidak ingin mereka berada di negara kita."
Tak hanya itu, Trump juga menyerang anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, yang merupakan keturunan Somalia. Ia menyebut Omar dan teman-temannya sebagai "sampah" dan menyuruh mereka kembali ke negara asal untuk memperbaikinya. Omar sendiri merespons dengan menyebut obsesi Trump terhadap dirinya "menyeramkan" dan berharap sang presiden mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Selain kontroversi soal imigran, Trump juga tertangkap kamera tertidur saat rapat kabinet berlangsung. CNN melaporkan bahwa rapat dimulai setelah siang hari dan dihadiri oleh jajaran menteri. Meskipun Trump sempat mengklaim dirinya "lebih jeli daripada 25 tahun lalu" dan mengecam artikel New York Times yang menyoroti penurunan staminanya, ia justru tampak kesulitan untuk tetap terjaga selama rapat.
Beberapa kali, Trump terlihat berjuang menahan kantuk, bahkan sempat terdiam dengan mata tertutup selama beberapa detik saat para menteri memberikan pemaparan. Kondisi ini semakin terlihat jelas saat Menteri Luar Negeri Marco Rubio memuji upayanya mengakhiri perang, karena Trump duduk tepat di sebelahnya dan kamera terus menyorot keduanya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membela Trump dengan menyatakan bahwa sang presiden "mendengarkan dengan saksama dan memimpin keseluruhan rapat kabinet yang berlangsung maraton selama tiga jam". Namun, kejadian ini tetap menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan fokus Trump dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden.
