Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap klaim mengejutkan bahwa Iran telah menyampaikan kepada Washington bahwa negara itu berada dalam "keadaan kolaps" dan tengah mencari solusi atas situasi kepemimpinan internalnya. Klaim ini dilontarkan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Selasa (28/4) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan Al Arabiya English.
Dalam unggahannya, Trump menulis: "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘Keadaan Kolaps’. Mereka ingin kami ‘Membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!". Namun, detail mengenai bagaimana pesan krusial tersebut disampaikan oleh Iran kepada Amerika Serikat masih belum jelas.

Pernyataan Trump ini mencuat di tengah kebuntuan diplomatik dalam upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung. Presiden AS tersebut dilaporkan menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru yang diajukan Teheran. Proposal Iran mengusulkan penundaan diskusi mengenai program nuklirnya hingga konflik mereda dan perselisihan terkait pengiriman barang di Teluk terselesaikan. Sebaliknya, seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4) mengungkapkan bahwa Trump bersikukuh agar isu nuklir ditangani sebagai prioritas utama.
Sebagai latar belakang, kesepakatan nuklir Iran sebelumnya dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain pada tahun 2015 secara signifikan membatasi program nuklir Teheran, yang selama ini dipertahankan untuk tujuan damai dan sipil. Namun, perjanjian tersebut runtuh setelah Trump secara sepihak menarik diri darinya pada masa jabatan pertamanya.
Di sisi lain, pemerintah Iran sebelumnya telah menegaskan perlunya jaminan kredibel agar serangan dari AS dan Israel tidak terulang kembali, sebelum mereka dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak. Penegasan ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain pada Senin (27/4).
Dalam pertemuan di markas besar PBB tersebut, puluhan negara secara kolektif mengutuk Iran atas tindakan mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat vital. Namun, Iravani menekankan bahwa stabilitas di kawasan hanya dapat tercapai jika agresi dihentikan, dilengkapi dengan "jaminan kredibel" untuk tidak terulangnya serangan di masa mendatang. "Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," demikian tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.
