Aksi unjuk rasa yang diperkirakan akan berlangsung di berbagai sudut ibu kota hari ini, Rabu (17 Juni), mendapat perhatian serius dari Polda Metro Jaya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pelayanan humanis dalam pengamanan, sekaligus mengimbau seluruh massa agar menjaga ketertiban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan adalah untuk melayani masyarakat. "Prinsipnya, kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur yang berlaku," ujar Kombes Budi, menekankan pentingnya sikap profesionalisme.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, sebanyak 4.961 personel gabungan telah disiagakan. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat perhatian massa, seperti kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, hingga Gedung DPR/MPR RI. Selain itu, penempatan personel juga mencakup titik-titik vital pengaturan lalu lintas di sekitarnya, guna mengantisipasi potensi kemacetan.
Kombes Budi secara khusus mengingatkan seluruh personel yang bertugas untuk menghindari sikap arogan. Ia menekankan agar tidak ada ucapan maupun tindakan yang dapat memicu ketegangan di antara massa dan aparat. "Kami meminta seluruh personel untuk menjaga diri, tidak terpancing emosi, dan selalu mengedepankan komunikasi yang baik," tambahnya, menggarisbawahi pentingnya pengendalian diri.
Terkait rekayasa lalu lintas, Polda Metro Jaya menyatakan akan menerapkannya secara situasional. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, memastikan fleksibilitas dalam penanganan arus kendaraan. "Kami mengimbau masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar lokasi unjuk rasa untuk menyesuaikan rute perjalanan mereka dan senantiasa mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi kelancaran bersama," jelas Budi.
Tidak hanya kepada personel, Polda Metro Jaya juga menyampaikan imbauan tegas kepada para peserta aksi. Mereka diminta untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum. "Kami sangat menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun, mari kita bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar aktivitas seluruh warga Jakarta tetap berjalan lancar dan kondusif," pungkasnya, menyerukan kolaborasi demi Jakarta yang aman.
