Internationalmedia.co.id, Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pujian atas hasil voting Dewan Keamanan PBB yang mendukung resolusi terkait rencana perdamaian Gaza yang diinisiasinya. Trump bahkan mengklaim bahwa resolusi ini akan membawa dampak besar bagi perdamaian dunia.
Trump, melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, menyatakan bahwa resolusi ini mengakui dan mendukung "DEWAN PERDAMAIAN" yang akan dipimpin olehnya. Ia meyakini bahwa langkah ini akan tercatat sebagai salah satu persetujuan terbesar dalam sejarah PBB dan membuka jalan bagi perdamaian yang lebih luas di seluruh dunia.

Dewan Keamanan PBB pada Senin (17/11) waktu setempat, telah menyetujui resolusi yang diajukan AS, yang bertujuan memperkuat rencana Trump terkait penempatan pasukan internasional di Gaza. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa negara yang belum sepenuhnya mendukung rencana tersebut.
Resolusi tersebut, yang dikenal sebagai DK PBB 2803, mendapatkan dukungan dari 13 negara anggota, sementara Rusia dan China memilih abstain tanpa menggunakan hak veto. Menurut Middle East Eye, resolusi ini menyatakan bahwa kondisi saat ini memungkinkan terciptanya jalur yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina, asalkan Otoritas Palestina (PA) melakukan reformasi dan pembangunan kembali Gaza berjalan dengan baik.
Awalnya, Washington tidak memasukkan referensi tentang penentuan nasib sendiri Palestina dalam resolusi tersebut. Namun, perubahan dilakukan untuk meredakan kekhawatiran negara-negara Muslim dan Arab, yang diharapkan dapat menyediakan pasukan untuk "Pasukan Stabilisasi Internasional" di wilayah tersebut.
Secara formal, baik Israel maupun AS sejak awal 1990-an telah mempertahankan kebijakan yang mendukung solusi dua negara bagi Israel dan Palestina. Namun, koalisi sayap kanan Netanyahu, serta pemerintahan sayap kanan Trump, secara efektif telah menepis gagasan tersebut.
Resolusi AS ini didasarkan pada rencana 20 poin Trump untuk wilayah Gaza. Dalam resolusi tersebut, disebutkan bahwa pasukan keamanan akan bertanggung jawab kepada "dewan perdamaian" mengenai kondisi di Gaza. Dewan Perdamaian ini akan diketuai oleh Trump.
Selain itu, AS juga telah mendirikan pusat koordinasi militer di Israel untuk mengawasi gencatan senjata, meskipun Hamas mengklaim bahwa Israel telah melanggar gencatan senjata tersebut lebih dari 250 kali.

