Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi dengan melontarkan pernyataan pedas terhadap imigran Somalia. Dalam rapat kabinet, Trump tanpa tedeng aling-aling menyebut mereka seharusnya tidak diterima di Amerika Serikat.
Pemicunya adalah skandal di Minnesota, di mana dana layanan sosial senilai miliaran dolar diduga diselewengkan oleh warga Amerika keturunan Somalia. Trump, dengan nada merendahkan, menyebut Somalia sebagai negara yang "busuk" dan warganya "berkeliaran saling membunuh".

"Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka busuk, dan kita tidak ingin mereka berada di negara kita," ujar Trump, dikutip internationalmedia.co.id, Rabu (3/12/2025).
Tak hanya itu, Trump juga menyerang Ilhan Omar, anggota Kongres AS yang berasal dari Somalia, dengan sebutan "sampah". Ia bahkan menyarankan agar Omar dan teman-temannya kembali ke Somalia dan "memperbaikinya".
Pernyataan Trump ini sontak menuai kecaman. Omar sendiri merespons dengan menyebut obsesi Trump terhadap dirinya "menyeramkan" dan berharap sang presiden mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Ini bukan kali pertama Trump melontarkan pernyataan rasis dan xenofobia. Sebelumnya, ia juga kerap mengungkit kekhawatiran kelompok mayoritas kulit putih akan kehilangan kekuasaan. Apakah ini strategi politik Trump untuk meraih dukungan atau sekadar ungkapan kebencian? Publik menunggu kelanjutan drama ini.
